4. 3 Prinsip Sederhana Dari Hikmat

4. 3 Prinsip Sederhana Dari Hikmat


Amsal 4:1,2: Dengarkanlah, hai anak-anak, didikan seorang ayah, dan perhatikanlah supaya engkau beroleh pengertian,. karena aku memberikan ilmu yang baik kepadamu; janganlah meninggalkan petunjukku.

 

Amsal menjelaskan prinsip sederhana tentang hikmat.. Syarat pertama untuk medapatkan hikmat adalah Mendengarkan. Mendengarkan itu bukan sekedar numpang lewat,, tetapi mendengar dengan seksama (looking unto ..). Dalam teologia suami istri, ketika suami atau istri berbicara, maka yang diajak bicara harus ‘mendengarkan’. Mendengarkan artinya menaruh perhatian penuh atau konsentrasi sehingga mengerti pesan yang disampaikan. Untuk itu kesan yang terjadi adalah tidak mendengar sambil baca koran, tidak mendengar sambil lalu, tidak mendengar sambil main gadget, tidak mendengar sambil melamun dlsb. Suami dan istri bisa katakan Amin! Hehe. Nah, bagaimana cara mendengar yang baik?


1. Berpegang pada perkataan Firman


“………"Biarlah hatimu memegang perkataanku; berpeganglah pada petunjuk-petunjukku, maka engkau akan hidup.”

a. “Jangan Menyimpang..”, ay 5

Hamartia: ἁμαρτάνειν

Hamartia berarti melenceng dari target sasaran.  Apabila seorang pemanah, mengambil anak panah kemudian membidik sasaran lalu menembak, dan anak panahnya menancap 1 meter dari target, maka itu disebut hamartia . 

Dalam istilah olahraga disebut diskualifikasi. 

Dalam tennis disebut: Out

Dalam hukum disebut : Pelanggaran; 

Dalam Lalu lintas disebut tilang; 

Dalam istilah sekolah disebut bolos

Dalam Rumah tangga disebut selingkuh; 

Dalam perhabatan disebut: penghianatan; 

Music disebut fals; 

Dalam negara disebut makar; 

Dalam dagang disebut korupsi; 

Dalam negara disebut: Makar

Dalam bola disebut: out

Dalam jual beli disebut: Penipuan


b. “Jangan Tinggalkan”. Janganlah meninggalkan hikmat itu, maka engkau akan dipeliharanya, kasihilah dia, maka engkau akan dijaganya.. Ay 6


2. Junjung Tinggi Kebenaran Firman Tuhan

Junjunglah dia, maka engkau akan ditinggikannya; engkau akan dijadikan terhormat, apabila engkau memeluknya., ay 9


Ezra 7:10 : Ezra telah menetapkan hatinya untuk meneliti Hukum TUHAN dan melakukannya, serta mengajarkan ketetapan itu dan peraturan-peraturan di Israel.


Satu kata untuk Ezra: “Tekad”!. Tekad Ezra menjadikan dia ahli. Pakar dibidangnya. Mereka yang disebut ahli menghabiskan waktu dibidangnya. Percobaan demi percobaan, penelitian demi penelitian, perenungan, studi, kerja keras membuat mereka disebut ahli. Para ahli ini setuju bahwa tidak ada hasil yang didapat dengan instan. Setiap tetes keringat terhitung. Semangat Mereka bahkan pantang menyerah dan sangat disiplin.

Kebulatan tekad Ezra membuat raja menghadiahinya dengan berbagai fasilitas. Ay 6 berkata: “…..Dan raja memberi dia segala yang diingininya, oleh karena tangan TUHAN, Allahnya, melindungi dia.”. Raja memberi segala yang diingini Ezra. Raja member apa yang diminta Ezra. 

Bayangkan … Raja mengabulkan permintaan Ezra. Saya membaca ayat ini dengan semangat sambil membayang hal yang sama yang terjadi juga pada Yabes “….Dan Tuhan mengabulkan permintaannya itu”. 


Rasanya menyenangkan bila doa kita dijawab Tuhan. Serasa mendapat uang yang begitu besar.


Iman Anak-anak

Tetapi Yesus memanggil mereka dan berkata: "Biarkanlah anak-anak itu datang kepada-Ku, dan jangan kamu menghalang-halangi mereka, sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Allah. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa tidak menyambut Kerajaan Allah seperti seorang anak kecil, ia tidak akan masuk ke dalamnya."

Luk 18:16, 17 


Saya memandang Alkitab di depan saya sambil mengernyitkan kening. Inikah!? Saya geleng-geleng kepala sambil terus beruaha mengerti tulisan dalam Injil Lukas ini. Dokter Lukas begitu teliti menuliskan model iman yang mulai ‘merusak’ konsentrasi saya. Saya berpikir bahwa selama ini saya butuh iman besar dengan perjuangan besar pula. Saya kira ketika saya butuh mujizat, maka saya pun harus memiliki iman yang juga super besar. 


Ternyata saya keliru. Saya tidak menemukan formula iman yang diajarkan Yesus yang harus kita miliki. Yesus malah menggarisbawahi model iman yang sederhana, simpel, basic. Iman yang sangat mendasar. Iman yang fundamental. Iman yang sehari-hari. Bahkan untuk memindahkan gunung sekalipun, kita hanya butuh iman sebesar biji sesawi. Ia berkata kepada mereka: "Karena kamu kurang percaya. Sebab Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja kamu dapat berkata kepada gunung ini: Pindah dari tempat ini ke sana, -- maka gunung ini akan pindah, dan takkan ada yang mustahil bagimu.   __Markus 17:20

 

Ini saatnya Tuhan ingin membangunkan Anda dari mimpi-mimpi Anda selama ini. Tuhan ingin mewujudkan impian Anda. Tuhan tidak pernah melupakan 45 tahun mimpi seorang Kaleb. Tuhan pun memberikan. Tuhan tidak akan melupakan mimpi Hanna untuk memiliki seorang Anak, tahun berikutnya Hanna pun datang dengan jawaban atas impiannya. Tuhan tidak akan lupa atas impian bangsa Israel yang mengerang selama 430 tahun agar mendapat pengakuan sebagai bangsa yang merdeka dari penjajahan bangsa Mesir. Hal yang tidak akan Tuhan lupakan dalam hidup Anda adalah impian Anda atas perkara-perkara ilahi. Semakin Anda mengimpikannya, impian Anda kian dekat. Semakin merindukan firman, impian Anda telah dekat. Semakin Anda menginginkan Firman, harapan Anda tidak akan hilang. Semakin Anda mencintai tauratNya. Anda akan dipuaskan juga oleh firmanNya 


Ezra 7:10 : Ezra telah menetapkan hatinya untuk meneliti Hukum TUHAN dan melakukannya, serta mengajarkan ketetapan itu dan peraturan-peraturan di Israel.


1. Langkah tidak terhambat. Tidak akan ada yang dapat mengehentikan kemajuan Anda. Tidak ada yang berani menghentikan perjalanan hidup Anda yang telah Anda mulai bersama Tuhan. Firaun sekalipun tidak dapat menghambat perjalanan bangsa pilihanNya.

Bila engkau berjalan langkahmu tidak akan terhambat … (4:12a)


2. Berlari tidak tersandung. Tidak ada yang berani meotong jalan Anda. Tidak ada yang menghentikan Anda. Anda akan kuat seperti Rajawali. 


Tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah.

(Yesaya 40:31)

“…. Bila engkau berlari engkau tidak akan tersandung (12b)”


3. Masa depan & hidup

Berpeganglah pada didikan, janganlah melepaskannya, peliharalah dia, karena dialah hidupmu (Ay 13).

Hal ini diteguhkan Tuhan lagi dalam Amsal 23:18: Karena masa depan sungguh ada, dan harapanmu tidak akan hilang.


Sewaktu merenungkan bagian ini saya seperti membayangkan Yesus yang sedang merentangkan tanganNya, tersenyum dengan lepasnya sambil menegur orang-orang yang melarang anak-anak datang pada Yesus


Markus 10:13-16: 

Lalu orang membawa anak-anak kecil kepada Yesus, supaya Ia menjamah mereka; akan tetapi murid-murid-Nya memarahi orang-orang itu.

Ketika Yesus melihat hal itu, Ia marah dan berkata kepada mereka: "Biarkan anak-anak itu datang kepada-Ku, jangan menghalang-halangi mereka, sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Allah.

Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa tidak menyambut Kerajaan Allah seperti seorang anak kecil, ia tidak akan masuk ke dalamnya."

Lalu Ia memeluk anak-anak itu dan sambil meletakkan tangan-Nya atas mereka Ia memberkati mereka. 


Ohh Yesus begitu menikmati saat-saat tersebut. Dia juga menantikan Anda dengan rentangan tanganNya berharap Anda berlari padaNya.


Bayangan itu menunjukkan bagaimana Yesus mengulurkan tanganNya kepada Petrus yang tenggelam dan berkata “Jangan Takut”


Lagi-lagi gambar itu memperlihatkan pristiwa sumur Yakub tatkala Yesus sedang membuka pembicaraan kepada Perempuan yang berdosa. Yesus tersenyum sambil bersandar pada tepian sumur. Yesus berbicara dengan santainya Karena kebiasaan setempat yang tidak memebolehkan orang Yahudi dan Samaria berbicara. Yesus mematahkan kebiasaan tersebut dan mulai memberi pertanyaan-pertanyaan sehari-hari dengan sabar tanpa bermaksud menyelidiki dan membuat wanita itu terganggu dan kabur karena profesinya terusik. Senyuman dan keramahan khas Yesus membuat pembicaraan tersebut mengalir dan berubah menjadi sebuah curhatan dari seorang wanita yang kesepian akan aliran kasih yang tulus, murni dan haus akan air Surgawi.


Saya membayangkan bagaimana Yesus dengan ramahnya menyuruh Zakheus turun dan dengan senyuman dan sikap penerimaan, meminta Zakheus membuka rumahnya untuk sekedar bersantap siang. Tidak ada intimidasi, tidak ada interogasi. Yang ada hanyalah intonasi suara yang bersahabat, dan  Zakheus pun takluk.


Dalam Yohanes 11 menceritakan peristiwa dimana sahabat dekat Yesus yang sudah dianggapnya Saudara, yakni Lazarus saudara Maria dan Marta, meninggal dunia. Kabar ini sudah diketahui Yesus, tetapi Yesus sengaja menunda kedatanganNya. 


Namun setelah didengar-Nya, bahwa Lazarus sakit, Ia sengaja tinggal dua hari lagi di tempat, di mana Ia berada”  (Yohanes 11:6)

.

Ketika memasuki Bethania, wajah Yesus menunjukkan Kesedihan, tetapi langkahNya menunjukkan ketegasan. Namun sebagai manusia, tangis Yesus pun pecah ketika berjumpa dengan Maria & Marta. Tangisan akan mereka yang tidak percaya dengan apa yang akan Yesus perbuat. Mungkin juga tangisan emosional Yesus menunjukkan betapa rapuhnya manusia tidak dapat berbuat apa-apa tanpa Tuhannya. Air mata Yesus menunjukkan kasihNya yang dalam kepada keluarga kecil ini. Saudaraku, Yesus sangat mengerti air mata kesedihan kita. Tanpa bicara pun Tuhan sudah tahu apa yang sedang menimpa kita. Percayalah! Dia hanya ingin dipercaya untuk membuat sesuatu terjadi.


Segera berlari pada Yesus, kembali kepada pelukanNya, kembali mendengar suaraNya, patuhi Dia, kasihi Dia. Berpeganglah pada Firman, jangan tinggalkan firmanNya, maka Langkah kita tidak terhambat; Kita akan terus berlari dan tidak tersandung menuju Masa depan & kehidupan yang disediakan Yesus bagi kita


Saya meletakkan pena, punggung bersandar pada kursi. Sambil memejamkan mata saya mengutip reffrein dari sebuah lagu ciptaan Darlenen Zchech, “….I will run to You, to Your words of truth; not by might, not by power’ but by spirit of God…” 

pastedGraphic.png


Komentar

Postingan populer dari blog ini

19. Mengapa Kemenangan Harus Menjadi milik Saya

29. Prinsip Keadilan serta keamanan adalah meterai Raja.