11. 4 Kata Yang Menjadikan Anda Pemenang

11. 4 Kata Yang Menjadikan Anda Pemenang


Amsal 17:4:

Orang yang murah hati berbuat baik kepada diri sendiri, tetapi orang yang kejam menyiksa badannya sendiri.


Anda dilahirkan untuk menjadi pemenang, tetapi supaya menjadi pemenang Anda harus merencanakan untuk menang dan mempersiapkan diri untuk menang. Kalimat ini diucapkan Zig Ziglar. Saya merenungkan kebenaran dari kata-kata beliau. Seringkali kemenangan hanya tinggal slogan karena hanya bisa diucapkan tapi tidak bisa di praktekkan. Walaupun dimulai dari teori, tapi teori  


Beberapa kata sederhana ini dapat menjadi pengubah 


  1. Besar Hati
  2. Murah Hati
  3. Rendah Hati
  4. Hati-hati. “Apa nasihat terbaik untuk orang yang jatuh hati? Hati-hati dengan hati” Kahlil Gibran


1. Menurut KBBI arti dari “BESAR HATI” adalah:

(1) sombong; 
(2) bangga; girang hati; gembira

Menggemb irakan hati; 
(2) memberanikan hati; 
(3) membanggakan

2. Murah Hati


1. Kornelius, perwira Romawi yang murah hati

Kisah Para Rasul 10:4 Kornelius adalah seorang yang takut akan Tuhan, doa dan sedekahnya naik di hadapan Tuhan dan Tuhan mengingatnya. Ketika Petrus berkhotbah Kornelius dan seluruh keluarga-Nya mengalami baptisan Roh Kudus. Melalui Kornelius maka Petrus dan rasul-rasul lain mengerti bahwa Tuhan mengasihi semua bangsa dan     memberikan Roh Kudus kepada siapa saja yang hidup benar di mata Tuhan.

2. Orang Samaria Yang Baik Hati

Yesus menjawab itu dengan berkata, "Ada seorang yang turun dari Yerusalem ke Yerikho, ia jatuh ke tangan para perampok yang merampas pakaiannya dan memukulinya, kemudian meninggalkannya tergeletak dalam keadaan hampir mati. Kebetulan, seorang imam melewati jalan itu. Ketika ia melihat orang itu, ia pergi begitu saja dengan berjalan di sisi jalan yang lain. Demikian juga yang dilakukan oleh seorang Lewi,* ketika datang ke tempat itu dan melihat orang itu, ia melewatinya dengan berjalan di sisi jalan yang lain. Akan tetapi, ada seorang Samaria* yang sedang dalam perjalanan lewat di situ. Dan, ketika ia melihat orang itu, ia merasa kasihan kepadanya. Lalu, orang Samaria itu mendekatinya, dan membalut luka-lukanya. Ia mengolesinya dengan minyak dan anggur,* lalu menaikkan orang itu ke atas keledainya dan membawanya ke sebuah penginapan, lalu merawat orang itu. Keesokan harinya, orang Samaria itu mengeluarkan uang 2 dinar dan memberikannya kepada penjaga penginapan itu dengan berkata, ‘Rawatlah orang yang terluka ini. Dan, berapa pun kamu menghabiskan uang untuknya, aku akan menggantinya saat aku kembali.’" (Lukas 10:30-35)


Berbicara tentang kebenaran, hafal kitab suci, aktif melayani adalah faktor pendukung agar kasih karunia Allah dapat turun dan memampukan kita  menjadi orang yang murah hati. 


Injl Matius 25:29 menegaskan,  Karena setiap orang yang mempunyai, kepadanya akan diberi, sehingga ia berkelimpahan. Tetapi siapa yang tidak mempunyai, apapun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya. Arti “mempunyai?” adalah Hanya orang yang “mempunyai” dialah yang akan mengalami pelipatgandaan dan kelimpahan dalam hidupnya sebab ia akan diberi, sehingga ia berkelimpahan.

Kata “mempunyai” dalam bahasa Yunaninya disebut ECHO, atau gema, bergema. 

Orang yang hidup dalam kemurahan dan  kebaikan hati, akan bergema dengan keras. 

– Abraham memberikan Ishak, anak yang tunggal yang dikasihinya.

– Janda di Sarfat, ia memberikan roti terakhirnya kepada nabi Elia.

– Hana, ia bernazar untuk memberikan Samuel kepada Tuhan.

– Allah Bapa, memberikan Anak-Nya yang tunggal Yesus Kristus.

– Yesus Kristus memberikan nyawa-Nya untuk mati di kayu salib.

Di hadapan Tuhan, kita dianggap sebagai seorang yang “mempunyai” bilamana milik kepunyaan kita itu punya manfaat untuk menyelesaikan kebutuhan dan masalah orang lain supaya membangkitkan syukur kepada Allah, nama Tuhan Yesus dimuliakan

Sebaliknya apabila milik kepunyaan kita hanya digunakan untuk kepentingan diri kita sendiri (EGOIS); di mana kita tidak pernah peduli akan orang lain maka Tuhan melihat Anda sebagai seorang yang tidak mempunyai . 

Apakah Kuasa dan Berkat di dalam memberi dengan murah hati?

1. Memberi dengan murah hati akan membuka akses bagi kita untuk mengalami jamahan Tuhan dan membuka jalan baru yang mengubah jalan hidup Anda.

Matius 2:11-12

Maka masuklah mereka ke dalam rumah itu dan melihat Anak itu bersama Maria, ibu-Nya, lalu sujud menyembah Dia. Mereka pun membuka tempat harta bendanya dan mempersembahkan persembahan kepada-Nya, yaitu emas, kemenyan dan mur.

Dan karena diperingatkan dalam mimpi, supaya jangan kembali kepada Herodes, maka pulanglah mereka ke negerinya melalui jalan lain.

Kemurahan hati akan menuntun Anda menuju jalan kehidupan  yang baru, membawa Anda naik ke tingkat kehidupan yang lebih tinggi, sebab pada prinsipnya sebagaimana Tuhan Yesus katakan bahwa orang yang murah hati itu akan terus diberi sampai ia berkelimpahan (Matius 25:29).

Orang Majus memberi persembahan yang murah hati berupa emas, kemenyan dan mur dalam suatu jumlah yang besar kepada bayi Yesus, Raja yang baru lahir. Dan sorga bergerak untuk memberkati orang Majus. Mereka mendapatkan tuntunan Tuhan supaya jangan kembali kepada Herodes, tetapi pulang melalui jalan lain.

2. Memberi dengan murah hati akan melipatgandakan kuasa doa kita.

Hana yang mandul menyertai doanya dengan persembahan. 

Tuhan mengingat Hana dan memberinya seorang anak laki-laki Samuel.

KORNELIUS, Perwira Romawi seorang yang suka berdoa dan suka memberi sedekah. Tuhan mengingat Kornelius dan Tuhan mengutus Rasul Petrus untuk memberitakan kabar keselamatan. Kornelius dan seisi rumahnya diselamatkan dna dipenuhi Roh Kudus.

Rasul Paulus berkata: “Allahku akan mencukupi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya di dalam Yesus Kristus.” Oleh sebab jemaat Filipi telah memberikan persembahan yang murah hati untuk pelayan Rasul Paulus.

3. Memberi dengan murah hati akan membatalkan kutuk-kutuk dalam kehidupan dan mengubahnya menjadi berkat Tuhan.

Maleakhi 3:9-10

Kamu telah kena kutuk, tetapi kamu masih menipu Aku, ya kamu seluruh bangsa! Bawalah seluruh persembahan persepuluhan itu ke dalam rumah perbendaharaan, supaya ada persediaan makanan di rumah-Ku dan ujilah Aku, firman TUHAN semesta alam, apakah Aku tidak membukakan bagimu tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan.

4. Memberi dengan murah hati akan mematahkan sifat egois, serakah dan cinta uang.

1 Timotius 6:17-19

Peringatkanlah kepada orang-orang kaya di dunia ini agar mereka jangan tinggi hati dan jangan berharap pada sesuatu yang tak tentu seperti kekayaan, melainkan pada Allah yang dalam kekayaan-Nya memberikan kepada kita segala sesuatu untuk dinikmati. Peringatkanlah agar mereka itu berbuat baik, menjadi kaya dalam kebajikan, suka memberi dan membagi dan dengan demikian mengumpulkan suatu harta sebagai dasar yang baik bagi dirinya di waktu yang akan datang untuk mencapai hidup yang sebenarnya.

Tahun 1995 Pemusik, penulis lagu dan Worship Leader terkenal, Ron Kenoly, Pria kelahiran CoffeyvilleKansas, US. menulis sebuah lagu berjudul “GIVE TO THE LORD” (Lukas 6:38), yang ditulis di dalam album SING OUT WITH ONE VOICE. Lagu tersebut cukup terngiang di telinga saya belakangan ini. Saya baru sadari ada pesan bagus di dalamnya mengenai sikap dalam memberi


GIVE TO THE LORD


Give and it will
Come back to you
Good measure pressed down
Shaken together and
Running over
Give and it will
Come back to you
When you give
Give to the Lord

Give in love
Give in faith
Give the joy and the
Smile on your face
Give as the Lord
Has given to you
How you give is a
Reflection of your gratitude


From you heart 

Give your best,  

Give unto God
And you will be blessed
Don't be stingy
And don't be tight
Learn from the widow
In the Bible
Who gave her last dime

People rob God when they
Don't give tithes and offerings
And they don't understand why
They've been cut off
From heavenly blessings
But abundant life and prosperity
Begins, when you prove
Your love to God by
Giving to Him

When you give
Give to the Lord


Pesan yang bagus dari lagu tersebut mnyiratkan  4 macam takaran berkat yang TUHAN sediakan bagi kita:


a.    Takaran yang baik ”Good Measure


Ini menggambarkan takaran yang baik, yaitu berkecukupan. Saat Anda diberkati dengan takaran yang baik, Anda hidup berkecukupan, tidak kekurangan sama sekali. Takaran berkat ini adalah berkat yang kita terima karena kasih karunia TUHAN dan ini adalah tempat yang baik bagi setiap orang Kristen.


b.    Dipadatkan ”Pressed Down


Setiap ruang, rongga, sela-sela yang ada diisi dan ditekan-tekan sehingga takaran yang

dipadatkan ini bisa menampung lebih banyak daripada takaran yang baik.


c.    Digoncangkan ”Shaken Together


Isi daripada takaran ini digoncang turun sampai ke dasar agar berbaur dengan lebih padat dan merata lagi sehingga dapat menampung lebih banyak dari pada takaran yang dipadatkan.


d.    Tumpah ke luar “Running Over


Isi daripada takaran ini begitu banyak dan melimpah sehingga tidak cukup ruang untuk menampungnya. Takaran yang tumpah ke luar adalah takaran yang paling tinggi; ini merupakan berkat di level kelimpahan yang melebihi kapasitas kita untuk menampungnya. ”…dan malah berkelebihan di dalam pelbagai kebajikan - 2 Korintus 9:8 

Thomas J. Watson berkata: “Orang yang benar-benar besar adalah sopan, bijaksana, dan murah hati. Bukan hanya pada orang tertentu pada situasi tertentu, tapi pada semua orang disegala waktu”.

Orang yang murah hati tangannya selalu di atas bukan di bawah. Coba lihat Posisi orang memberi. Tangannya ada di atas orang yang menerima. Tak pelak lagi si pemberi hidupnya selalu menjadi alat untuk tersalurnya berkat bagi yang membutuhkan.

Karena itu Audrey Hepburn pun menambahkan: “Kita diberi dua tangan. Satu untuk membantu orang lain

Kisah Para Rasul 20:35  Dalam segala sesuatu telah kuberikan contoh kepada kamu, bahwa dengan bekerja demikian kita harus membantu orang-orang yang lemah dan harus mengingat perkataan Tuhan Yesus, sebab Ia sendiri telah mengatakan: Adalah lebih berbahagia memberi dari pada menerima."

"Kita harus murah hati kepada manusia lain, seperti halnya sikap kita

terhadap lukisan yang begitu kita sayangi, di mana kita ingin
hanya cahaya terbaik yang menyinarinya."

(Ralph Waldo Emerson)


Download atau upload

Orang yang murah hati, mematahkan the spirit of lack (Roh yang mengambil/kekurangan). Spirit Iblis adalah mencuri, membunuh membinasakan (Yohanes 10:10a). Iblias adalah Bapa segala pendusta. Yang mendustai kita untuk mengambil (download). Kadang dia memberi, tapi pemberian itu harganya sangatlah dibayar mahal. Saya menyebutnya pemberian palsu. Masih di pasal yang sama, Yesus menunjukkan kalau diriNya justru melakukan sebaliknya, yakni memberi (Upload). 

Yesus datang untuk memberi

Yesus datang untuk Melayani bukan dilayani

Yesus datang untuk Menyerahkan

Yesus datang untuk melipatgandakan    


3. Rendah Hati

Rendah hati beda dengan rendah diri

Rendah hati adalah suatu sikap dimana seseorang memiliki kelebihan atas kepemilikan materi, bakat atau kemampuannya namun tidak menonjolkannya di hadapan orang lain; Rendah diri adalah seseorang yang menganggap bahwa dirinya tidak memiliki kemampuan apapun 


Orang yang rendah hati menerima dengan senang hati kritikan; Rendah diri sensitif terhadap kritikan


Orang yang rendah hati punya kehidupan sosial yang baik, mampu bersosialisasi dengan lingkungan ditempatnya yang baru; Orang yang rendah diri kepercayaan dirinya hilang sehingga ia tidak memiliki keberanian untuk berkomunikasi dan menutup diri dari kehidupan sosial.

Orang yang rendah hati percaya bahwa dunia tidak akan berhutang. Sekalipun hal buruk terjadi bahwa akan ada kebahagiaan menanti.’ Sedangkan seseorang yang rendah diri akan selalu menyalahkan faktor eksternal, misalnya nasib sial.

Pekerjaan besar biasanya diberikan kepada orang-orang yang telah membuktikan bisa mengerjakan pekerjaan kecil.

– Ralph Waldo Emerson 

 

Dalam bukunya Rendah Hati, Peter Wagner menulis kehidupan Musa, Yesus, dan Paulus tentang sosok yang dianggap memiliki kerendahan hati.

 

Kerendahan Hati Musa


Bilangan 212:3 "Musa adalah orang yang sangat rendah hati, melebihi semua orang yang hidup di bumi ini." 

Beberapa penerjemah Alkitab menggunakan "meekest" (paling lembut) sebagai ganti "humblest" (paling rendah hati) untuk menerjemahkan kata Ibrani "anaw. Jadi pada Musa kita mendapat kombinasi pemimpin yang paling berkuasa di dunia dan individu yang paling rendah hati. Ini cocok sekali dengan apa yang Yesus katakan berabad-abad kemudian, "Barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan" (Matius 23:12).


Apakah Anda pernah berpikir bahwa penulis pernyataan terkenal Musa lebih rendah hati daripada semua orang lain di bumi adalah Musa sendiri? Musa menulis lima kitab pertama Alkitab. Sebenarnya, hal ini telah begitu mengejutkan beberapa ahli Alkitab sehingga mereka mengajukan hipotesis bahwa editor yang belakangan dari Kitab Bilangan pasti sudah menyisipkan komentar itu. Dalam benak mereka, Musa tidak mungkin cukup congkak untuk menyatakan dirinya sebagai orang yang rendah hati. Seandainya benar, pernyataan seperti ini pasti langsung membatalkan kerendahan hatinya.


Yesus dan Paulus. Masing-masing juga mengatakan diri mereka rendah hati.

Yesus berfirman, "Aku lemah lembut dan rendah hati" (Matius 11:29). Kata "gentle" atau "lemah lembut" dalam New King James Version diterjemahkan "meek" di beberapa versi lain. Ini berkaitan dengan kata Yunani "prayotes", yang sudah saya sebutkan dalam bab sebelumnya. Sebenarnya, New Living Translation memberikan pernyataan, "I am humble and gentle." Yesus, saya sadari, adalah pribadi kedua dari Trinitas, dan dengan begitu, Tuhan sendiri, tetapi kita masih dapat mengikuti teladan-Nya. Kita juga harus sanggup berkata, "Aku lemah lembut dan rendah hati," khususnya karena kedua karakteristik ini terdaftar dalam Galatia 5 sebagai buah Roh Kudus.


Namun Paulus adalah manusia sebagaimana kita. Dalam Kitab 2 Korintus, surat dimana ia paling menegaskan kualifikasinya sebagai rasul, Paulus juga menulis, "Aku, Paulus, seorang yang tidak berani bila berhadapan muka dengan kamu, tetapi berani terhadap kamu bila berjauhan, aku memperingatkan kamu demi Kristus yang lemah lembut dan ramah" (2Korintus 10:1). Kata "meekness" (lemah lembut) yang digunakan disini juga berasal dari kata Yunani "prayotes". Kata untuk kerendahan hati. Agaknya Paulus tidak mengalami masalah mengidentifikasikan diri dengan penegasan Yesus bahwa Ia rendah hati. Jadi, walaupun Paulus ditinggikan oleh Tuhan sebagai rasul, ia juga mengakui bahwa satu alasan yang Tuhan lihat cocok untuk melakukan ini adalah karena ia (Paulus) telah memilih untuk merendahkan diri. 


4. Hati-hati


Penemu lampu lalu lintas adalah Lester Farnsworth Wire. Awal penemuan ini diawali ketika suatu hari ia melihat tabrakan antara mobil dan kereta kuda. Kemudian ia berpikir bagaimana cara menemukan suatu pengatur lalu lintas yang lebih aman dan efektif. Sebenarnya ketika itu telah ada sistem perngaturan lalu lintas dengan sinyal stop dan go. Sinyal lampu ini pernah digunakan di London pada tahun 1863. Namun, pada penggunaannya sinyal lampu ini tiba-tiba meledak, sehingga tidak dipergunakan lagi. Morgan juga merasa sinyal stop dan go memiliki kelemahan, yaitu tidak adanya interval waktu bagi pengguna jalan sehingga masih banyak terjadi kecelakaan. Penemuan Morgan ini memiliki kontribusi yang cukup besar bagi pengaturan lalu lintas, ia menciptakan lampu lalu lintas berbentuk huruf T. Lampu ini terdiri dari tiga lampu, yaitu sinyal stop (ditandai dengan lampu merah), go (lampu hijau), posisi stop (lampu kuning). Lampu kuning inilah yang memberikan interval waktu untuk mulai berjalan atau mulai berhenti. Lampu kuning juga memberi kesempatan untuk berhenti dan berjalan secara perlahan.


Lampu lalu lintas telah diadopsi di hampir semua kota di dunia ini. Lampu ini menggunakan warna yang diakui secara universal; untuk menandakan berhenti adalah warna merah, hati-hati yang ditandai dengan warna kuning, dan hijau yang berarti dapat berjalan.


Menerobos traffic light dengan berkendara motor pernah juga saya lakukan. Bukan unsur kesengajaan, hanya unsur kebodohan yang belum disadari. Huh … Apa bedanya bro!?

Meskipun harus menunggu agar lampu hijau segera menyala, pas lampu kuning menyala kita sudah main kabur aja. Makanya tidak jarang … ya artinya sering terjadi kecelakaan yang berujung maut pada saat lampu baru kuning, bacanya: Yelouwww. Kita lupa kalau kuning itu hati-hati. Padahal barusan diingatin sama orang tua, pacar, teman: “Hati-hati ya dijalan”.  Arti hati-hati adalah: Ingat-ingat; hemat-hemat; waspada. 


Maksudnya INGAT-INGATLAHlah pesan tadi sebelum jalan, HEMAT-HEMATlah bila dijalan;  "Kejahatan tidak selalu terjadi hanya karena ada niat dari pelakunya, tapi juga karena ada kesempatan! WASPADAlah, WASPADAlah!!!" KATA Bang napi.

Jadi solusi menunggu lampu kembali berwarna hijau adalah matikan motor sejenak. Ingat bensin mahal. Turun dari motor dan gerak-gerak badan sejenak alias stretching..kalau tidak malu sih hehe, ngobrol sama pengendara lain (kalau tidak dicuekin atau dianggap aneh), pergi cari toilet dan sejenisnya, lumayan tiga menit (kalau tidak mau motor lenyap), atau matikan motor sambil bernyanyi: “Pelangi-pelangi alangkah indahmu … Merah, Kuning, Hijau …”. Nyanyi dengan keras! …. Eh, tak terasa lampu berubah hijau, Da daaaaaaa …… Brrrrrrr!!!

pastedGraphic.png


Komentar

Postingan populer dari blog ini

19. Mengapa Kemenangan Harus Menjadi milik Saya

4. 3 Prinsip Sederhana Dari Hikmat

29. Prinsip Keadilan serta keamanan adalah meterai Raja.