16. Rambut Putih dan Mahkota kemenangan
16. Rambut Putih dan Mahkota kemenangan
Amsal 16:31 Gray hair is a mark of distinction, the award for a God-loyal life (uban adalah tanda perbedaan, penghargaan untuk kehidupan Tuhan-setia.)
Wahyu 1:14
1:14 Kepala dan rambut-Nya putih bagaikan bulu yang putih metah, dan mata-Nya bagaikan nyala api.
Kepala dan rambut-Nya putih bagaikan bulu yang putih metah. Penampilan Yesus menunjukkan kemuliaan sebagai Raja segala raja
Daniel 7:9
Sementara aku terus melihat, takhta-takhta diletakkan, lalu duduklah Yang Lanjut Usianya; pakaian-Nya putih seperti salju dan rambut-Nya bersih seperti bulu domba; kursi-Nya dari nyala api dengan roda-rodanya dari api yang berkobar-kobar;
Daniel juga melihat Yesus dengan rambut putih dan duduk di tahta Surga.
Amsal 20:29, 16:31
20:29. Hiasan orang muda ialah kekuatannya, dan keindahan orang tua ialah uban.
16:31. Rambut putih adalah mahkota yang indah, yang didapat pada jalan kebenaran.
Pengertian rambut putih secara jasmani menunjuk orang tua yang hidup dalam jalan kebenaran, hidupnya sangat indah dan dihormati. Demikian juga orang muda yang hidup dalam kebenaran, hidupnya akan indah dan dihormati. Tapi ada juga orang tua yang beruban tapi hidupnya tidak menjadi teladan bagi generasi di bawahnya. Tentulah untuk bisa sampai kesana tidak asal main kedip, main tiup atau main sebut Sim Salabim dan semua berubah begitu saja.
Dulu saya merasa rambut putih di kepala saya seperti mahkota. Kalau Simson menjaga supaya rambutnya tidak tersentuh pisau cukur, Saya membiarkan supaya rambut putih tidak tercabut. Selain senang dengan ayat ini, di cabut pun kadang gatalnya minta ampun. Almarhum mama masih saya yang suka memaksa untuk mencabut beberapa helai saja, tapi saya masih saja ogah. HIngga kira-kira usia saya sudah hampir kepala empat, saya mulai kegatalan alias ‘panik’ karena helai rambut putih semakin bertambah banyak. Sejauh ini saya belum tertarik untuk melakukan semir rambut. Selain masih risih, rambut hitam saya masih cukup banyak menutupi ‘kekurangan’ dari helai-helai putih.
Terlepas dari masih menghitam rambut saya atau sudah mulai ber ‘warna’, saya berkesimpulan bahwa rambut putih merupakan gambaran atau takdir yang tak terhindarkan. Saya kutip slogan dari MEN’S CAMP PRIA SEJATI: Menjadi pria dewasa adalah masalah kelahiran; menjadi pria sejati adalah pilihan.
Semua kita bakalan tua. Keriput di wajah Anda tidak usah disembunyikan. Terima dan syukuri. Yang harus diwaspadai adalah justru dalam sikap dewasa kita malah terlihat kekanak-kanakan. Anak saya langsung protes dikatai :Childish!. Dia menganggap dirinya sudah kelas 6 SD dan sudah ‘dewasa’ hehe. It’s oke lah. Tapi bagi kita yang sudah dewasa tapi kelakuan masih kekanak-kanakan, segera perbaiki diri. Kekanak-kanakan dalam pengertian cara kelola emosi, keputusan, pemikiran, sikap, perkataan, pandangan atau perspektif sudah teruji. Saya kutip perkataan teman saya yang lagi cari jodoh. Dia mau cari pria dewasa: “Saya cari yang dewasa yang kitis”. Maksudnya dalam hal-hal kritis, genting, penting, dia harapkan si pria dapat bertindak bijaksana dan tepat.
Saya tutup bagian ini dengan ciri-ciri orang dewasa:
1. Kerohanian yang terus bertumbuh
2. Hidupnya terus berbuah
3. Mengerti tujuan hidupnya
4. Hidup Berkemenangan
5. Rela terima didikan
Kebalikan dari 5 hal ini adalah kekanak-kanakan:
1. Berhenti Bertumbuh
2. Mandul
3. Tidak Punya Tujuan Hidup
4. Tidak ada solusi / mentok
5. Tidak mudah diajar
Menjadi dewasa itu proses. Tapi apapun itu kita harus menjadi terus bertumbuh hingga serupa dengan Kristus. Kalau tidak mau jadi seperti Kristus, boro-boro sempurna. Bertumbuh saja susah. Maunya ribut melulu, senangnya bertengkar terus. Slogannya satu: S.L O.S: Senang Lihat Orang Susah atau Susah Lihat Orang Senang. Kalau masuk forum sosmed, Anda langsung di cap: “Situ sadar”??
Komentar
Posting Komentar