22. MEMPRAKTEKKAN KUASA KERENDAHAN HATI
22. MEMPRAKTEKKAN KUASA KERENDAHAN HATI
Amsal 22:4:
Ganjaran kerendahan hati dan takut akan TUHAN adalah kekayaan, kehormatan dan kehidupan.
Kerendahan hati bukanlah berpikir mengenai kekurangan diri, tapi lebih sedikit memikirkan diri sendiri____C.S. Lewis
Dalam bukunya SOMETIMES YOU WIN SOMETIMES YOU LEARN, John Maxwell menulis tentang suatu sikap untuk belajar dan meraih prestasi yang lebih tinggi, yaitu KERENDAHAN HATI. Mengapa:
1. Kerendahan Hati memungkinkan kita memiliki perspektif yang sebenarnya tentang diri dan hidup kita.
Dari sekian kali kunjungan ke gereja untuk berkhotbah, ada satu kalimat hamba Tuhan yang ‘nyantol’ di otak saya sampai sekarang: “Kita bisa menarik pelajaran atau sesuatu dari seseorang yang paling sederhana sekalipun, kalau kita cukup rendah hati untuk duduk dan mendengarkan”. Anehnya, saya mendengar ini sambil bincang-bincang dan minum kopi, bukan di mimbar dan sedang berkhotbah.
2. Kerendahan hati memampukan kita belajar dan bertumbuh di hadapan kekalahan
Pengalaman adalah guru yang terbaik, tapi alangkah lebih baik bila belajar dari pengalaman orang lain. Orang yang rendah hati akan belajar dari kesalahannya untuk tidak mengulanginya kembali.
Mark Twain, novelis terhebat Amerika berkata: “Akuilah kesalahan dengan terus terang. Hal ini akan mengacaukan para penguasa dan memberikan Anda peluang untuk melakukan komitmen lebih banyak lagi”
3. Kerendahan hati memungkinkan kita melepaskan kesempatan dan terus mencoba
Pakar farmasi John Pemberton dari Atlanta, Georgia. Pada tahun 1886, sang pakar farmasi ingin mengembangkan obat bagi konsumen potensial. Dia telah menemukan “French Wine Cola_The ideal Nerve Tonic, Health Restorer and Stimulant”, “Lemon and Orange Elixir”, dan “Dr. Pemberston’s Indian Queen Magic Hair Dye”. Ketika itu dia telah menciptakan obat baru untuk meringankan kepenatan, membantu sarar, dan meredakan sakit kepala.
Pemberton sangat bahagia dengan produk ciptaannya itu, sirup yang dicampur dengan air disajikan dalam keadaan dingin. Tetapi kemudian suatu kebetulan terjadi. Asisten Pemberton secara tidak sengaja mencampur ramuan dengan air soda. Minuman itu berubah bentuk. Pemberton tidak bangga mengakui versi asli minuman tersebut lebih rendah kualitasnya daripada karya asistennya. Akibatnya dia memutuskan tidak menjualnya sebagai obat, tetapi sebagai minuman bersoda. Dia menamakannya Coca-Cola. Kini, Coca-cola adalah minuman ringan paling popular di dunia.
4. Kerendahan hati memungkinkan kita keluar dari kesalahan.
Kalau mau dilihat, kesalahan yang kita buat seringkali malah membuat dampak yang dramatis. Penisilin tejadi akibat kesalahan. Alexander Fleming dengan tidak sengaja memasukkan jamur kedalam pembiakan flu pada salah satu cawan petri pada tahun 1928. Dia mempelajari hasilnya. Dia mengisolasi dan mengindentifikasi jamur, sehingga menciptakan vaksin yang telah menyelamatkan banyak nyawa.
Pada minggu pagi, tahun 1974, Arthur Fry duduk di bangku depan sebuah gereja Presbiterian di utara St. Paul, Minn. Seorang insinyur di 3M, Fry juga merupakan seorang penyanyi di paduan suara gereja. Ia memiliki kebiasaan menyisipkan sepotong kecil kertas ke dalam buku paduan suaranya, supaya ia bisa dengan cepat menemukan lagu pujian yang tepat selama ibadah. Namun, masalahnya, kertas itu sering jatuh, membuat ia sulit b menemukan kembali lagu pujian yang tepat.
Tetap kemudian, sementara menengarkan khotbah minggu, Fry mencoba melamun. Bkannya berfokus pada perkataan gembala, ia malah mulai merenungkan masalah pembatas bukunya. “Pada saat khotbahlah,” ingat Fry, “saya pertamakali berpikir, “Yang aku butuhkan adalah pembatas buku kecil yang akan menempel pada kertas tetapi tidak merobekkan kertasnya saat aku mencbutnya.” Pemikiran yang mengembara itu, hasil sampingan dari pikiran yang berkelana, dikemudian hari menjadi catatan Post-it, salah satu produk kantor yang paling sukses sepanjang waktu. Berpikir Seperti Surga, Bobo Hazlett. Light Publising 2015
“Jika semua yang lain gagal, keabadian selalu dapat ditentukan melalui kesalahan spektakuler.” ___John Kenneth Galbraith
Walupun kelihatannya sukar, kerendahan hati sebenarnya gampang dipraktekkan. Semua itu bisa terjadi kalau ada kemauan. Mau berubah, mau diajar, mau terima masukan, mau melakukan hal-hal baru, semua itu adalah bahan untuk menuju kerendahan hati.
Air selalu mengalir ke tempat yang rendah. Itulah kerendahan hati. Mungkin sekarang Anda berada di atas. Seringkali inilah posisi-posisi rawan banyak eksekutif ketika berada di puncak. Kesepian. Kesepian adalah musuh para pemuncak. Bergabunglah dengan keramaian. Bialah Anda mudah ditemui. Biarkan Anda di kerumuni.
Daud membiarkan dirinya bersama ‘orang-orang payah’.
Berhimpunlah juga kepadanya setiap orang yang dalam kesukaran, setiap orang yang dikejar-kejar tukang piutang, setiap orang yang sakit hati, maka ia menjadi pemimpin mereka. Bersama-sama dengan dia ada kira-kira empat ratus orang ___1 Samuel 22:2
1. Orang dalam Kesukaran
2. Orang yang bermasalah dengan tukang piutang
3. Orang yang sakit hati
Kalau Anda pelajari sejarahnya, di antara 400 orang ini terdapat 30 Jendral Daud yang sangat terkenal. Mereka adalah 30 orang Jendral yang perkasa, dan di antaranya ada 3 yang paling tangguh. Mereka disebut Triwira. Kabarnya Gua Adulam adalah sebuah tempat tersembunyi yang luas.
Adullum dikenal sebagai benteng bawah tanah yang besar, sebuah sistem yang kompleks Gua yang saling berhubungan yang membutuhkan waktu berhari-hari untuk dijelajahi. Bawah tanah yang luas ini Kompleks terletak sekitar dua puluh kilometer dari kota Gat. Dalam ayat 4 Dan 5 dari pasal 22, gua tersebut disebut sebagai "pegangan". Ini penting karena 'tahan' Adalah apa yang kita sebut "benteng" hari ini. Memang siapa saja yang berhasil mencari tempat berlindung masuk Gua Adullam akan sangat sulit ditemukan. Dengan cara ini, Tuhan melindungi Daud dari segala musuhnya di tempat yang sepi, dingin, dan gelap.
Para Jendral ini begitu luar biasa, sehingga satu saja bisa bunuh ratusan-ribuan musuh. Daud punya kesempatan untuk melatih mereka. Dari rongsokan menjadi presicouse, masterpierce
Kerendahatian palsu
Sesaat setelah Booker T. Washington menjadi kepala Tuskee Institute di Alabama, ia berjalan melewati rumah sebuah keluarga kaya. Nyonya rumah itu, mengira Washington adalah salah satu pekerja kebun yang dipekerjakan suaminya, dia bertanya apakah Washington mau membelah kayu untuknya. Profesor Washington tersenyum, mengangguk, melepaskan jasnya dan membelah kayu.
Ternyata gadis pelayan mengenalinya dan berlari menemui majikannya untuk memberitahukan identitas Washington. Pagi berikutnya wanita itu muncul di kantor Washington untuk meminta maaf. Washington menjawab dengan murah hati, “Sama sekali tidak apa-apa, nyonya. Saya suka bekerja dan saya senang memberi pertolongan kepada teman-teman saya.”
Terkesan dengan kerendahan hati Washington, wanita ini memberi sumbangan yang besar kepada institut itu. Dia pun kemudian menggerakkan teman-temannya yang kaya untuk melakukan hal yang sama.
Orang besar selalu bersedia menjadi kecil. Kesediaan untuk melayani orang lain merupakan inti dari kepemimpinan sejati. Kerendahan hati itu nampak bukan melalui kalimat-kalimat indah yang diucapkan tetapi melalui kesediaan melakukan tindakan yang melayani dengan tulus.
Sejak semula tidak pernah sekali pun saya meminta imbalan. Saya rindu melayani kaum miskin hanya dengan kasih kepada Allah. Saya ingin kaum miskin menerima dengan cuma-cuma apa yang kaum berpunya dapat dengan uang mereka
(Mother Teresa).
Suatu hari Presiden Amerika mengundang seorang pejabat ke istana untuk sarapan pagi. Agar si pejabat merasa tetap sopan di hadapan presiden, dia mengikuti setiap gerak-gerik dari presiden, termasuk memilih jenis makanan. Saat itu presiden mengambil tatakan gelas dan menaruh gelas diatasnya. Si pejabat mengikuti. Presiden mengambil susu hangat dan mengaduknya. Pejabat pun mengikuti juga. Kemudian tanpa diduga, presiden membungkuk dan memberikan kepada Kucing. Pejabat pun tertegun.
Saya rasa bukan seperti itu namanya rendah hati.
Cara mencapai kerendahan hati menurut Mother Theresa:
- Berbicara sedikit mungkin tentang diri sendiri.
Poinnya adalah ketika seseorang berbicara lebih banyak tentang dirinya daripada tentang orang lain, maka objeknya bkn org lain tp diri sendiri.
- Uruslah sendiri persoalan-persoalan pribadi.
Tuhan mengijinkan ujian terjadi dalam hidup manusia sebagai bagian dari proses pembentukan karakter. Seringkali ada hal-hal dimana Tuhan mau berurusan langsung dengan seseorang tanpa melibatkan orang lain. Bahasa rohaninya adalah bergumul langsung dengan pribadinya. Tujuannya agar supaya otot-otot rohani nya dapat di stretching sedemikian rupa menjadi otot-otot yang kuat. Otot kawat atau otot Rambo bahasa gaulnya.
- Hindari rasa ingin tahu.
Keingintahuan adalah suatu kewajaran. Tetapi keingintahuan yang berlebihan (sok tahu), adalah tindakan yang agresif dan seringkali menimbulkan kerisauan bagi orang lain. Sebaiknya tindakan yang agresif diganti dengan sikap impresif yang positif
- Janganlah mencampuri urusan orang lain.
Bahasa kekiniannya adalah ‘kepo’. Kepo adalah Bahasa gaul masa kini yang artinya serba ingin tahu , kadang sok tahu. Mengapa ada orang bersikap kepo? Bisa jadi Karena merasa ada yang kurang dalam dirinya, sementara yang banyak itu ada pada orang lain atau milik orang lain. Jadilah dia membanding-bandingkan dirinya bahkan apa yang ada pada orang lain dengan apa yang tidak ada atau kurang dari dirinya. Sehingga dia menjadi kepo. Dia menjadi ingin tahu bahkan sok tau padahal tidak tahu apa-apa.
Amsal berkata uruslah kulahmu sendiri. Atau uruslah urusanmu, rumah tanggamu, pekerjaanmu, bisnismu, kuliahmu, pekerjaanmu, pelayananmu sendiri dan digariswabawahi, bila apa yang disebutkan diatas belum kelar atau selesai kamu urus sendiri!!
- Terimalah pertentangan dengan hati bersuka cita.
Yang ini gampang-gampang susah dilakukan. Sulit Karena tidak sesuai dengan kenyataan, dan gampang Karena bisa dilakukan. Tentu saja mother Teresa telah melakukannya.
Pada tanggal 17 Agustus 1948, Mother Teresa keluar dari Biara Loreto yang amat dicintainya untuk memasuki dunia orang-orang miskin. Tentu tidak mudah menjalani awal-awal mula pelayanan setelah menghabiskan sekian lama di biara. Belum lagi bila ia berpikir bahwa dirinya hanyalah seorang perempuan tanpa pengawalan tertentu. Pertentangan tersebut bersinggungan dengan panggilan yang begitu besar, mengalahkan dirinya sendiri. Ia mengunjungi keluarga-keluarga serta merawat orang-orang yang tergeletak sakit dipinggir jalan. Setiap hari ia memulai hari barunya dengan Ekaristi, kemudia pergi dengan Rosario di tangan untuk mencari, melayani Tuhan dalam “mereka yang terbuang, teracuhkan, yang tak dikasihi.
- Jangan memusatkan perhatian kepada kesalahan orang lain.
Berfokus pada potensi dan bukan pada masalah orang dengan sendirinya seperti mendongkrak, memotivasi dan membawa orang tersebut kepada puncak. Semua orang bisa salah, tetapi memberi tempat dan waktu bagi orang yang salah untuk memperbaiki diri akan jauh lebih memberkati daripada terus mengingat kesalahan dan dosanya
- Terimalah hinaan dan caci maki.
Mother Teresa selalu mengaca kepada kasih Kristus yang demikian besar atas manusia dan sekaligus membandingkan dirinya yang belum apa-apa dalam mengemban amanat agung Tuhan
8. Terimalah perasaan tak diperhatikan, dilupakan dan dipandang rendah oleh orang lain.
Ijinkan saya perkenalkan dua orang hamba Tuhan yang meninggalkan semua fasilitas dan kemewahan dunia seperti rumah mewah, fasilitas penunjang dan melupakan semua itu untuk melayani dengan tingkat kenyamanan yang berbanding terbalik 180 derajat.
Pertama, Seorang yang saya kenal bernama Jim Yost. Seorang Amerika yang mengabdikan dirinya selama 25 tahun di suku Sasak, Pedalaman Papua. Sekarang berdomisili di Papua dan terus melakukan penginjilan kepada masyarakat setempat terutama anak-anak muda.
Kedua, Daniel Aleksander. Majalah Bahana pernah mengangkat tulisan mengenai profil hamba Tuhan ini. Disana dikatakan bahwa kalau diinginkan, mungkin sekarang dia sedang bersantai di sebuah tempat yang prestisius, mewah serta menikmati fasilitas lainnya. Tapi itu semua tidaklah sesuai dengan kenyataan. Beliau tetap tinggal di Nabire, Papua. Melayani sebagai pendidik & pembidik, istilah untuk beliau. Bersama dengan istrinya, Louise, mereka mengabdi entah sampai kapan. Beliau adalah orang yang diwaspadai dan dicari oleh gereja.
Ketiga, Tadius Demangalu.
Siapa dia? Dia ayah saya. 30 an tahun lebih melayani sebagai tenaga pengajar di Papua. Pensiun di usia 60 tahun, dan masih sempat-sempatnya mengajar di beberapa akademi agama Kristen sekedar berbagi ilmu. Sejauh ini, ya sejauh pulau Sumatera, tepatnya di Palembang, saya mencoba memberi kenyamanan untuk beliau di hari tua nya. Tapi apa hendak dikata, kota metropolis semacam Palembang malah membuatnya “stress”. Sehari-hari kerjanya ‘malas-malasan’ di kamar tidur. Bapak merasa seperti ada yang hilang dari kesehariannya. Saya pun segera nangkap bahwa hutan Papua dan keramahannya telah menyatu dengan jiwa Bapak. Singkat cerita, bapak kembali pada rutinitasnya, dan itu membuatnya bahagia.
30 an tahun mengabdi sebagai pendidik di Papua, saya menjadi saksi mata sendiri, betapa uang sekalipun tidak dapat menggantikan yang namanya panggilan dalam hidup seseorang. Tak tergantikan tepatnya. Rela kehilangan banyak demi kesuksesan orang lain.
Karendahan hati menggantikan tempat bagi keangkuhan, dan melihat kepuasan di mata orang-orang lain. Mereka tidak tidak mengejar upah, tapi upah telah menantikan mereka atas jerih payah yang selama ini dikorbankan.
- Mengalah terhadap kehendak orang lain.
Poin yang satu ini memang terlihat berat. Kita diminta untuk mengalah terhadap kehendak orang lain padahal dengan kehendak sendiri kita diajak untuk berperang dulu sebelum menentukan kehendak mana yang harus diikuti.
- Terimalah celaan walaupun anda tidak layak menerimanya.
Bahasa Rohaninya adalah Rela Menderita. Penderitaan yang kita alami Karena Kristus, jelas merupakan penderitaan yang harus kita tanggung. Bahkan kitab Yakobus memberikan semangat kepada kita bahwa kita harus merasa bahagia ketika mengalami berbagai ujian atau penderitaan.
11. Bersikap sopan dan peka, sekalipun seseorang memancing amarah anda.
Dibutuhkan kesabaran yang murni untuk dapat menaklukkan diri sendiri. Alkitab mengatakan bahwa seorang sabar melebihi pahlawan. Seorang teman mengatakan bahwa di dalam rumah tangga, seringkali pria atau suamilah yang biasanya lebih sabar. Wanita atau istri malah cenderung tidak sabar. Dia melanjutkan bahwa kesabaran seorang suami dalam rumah tangganya menyelamatkan banyak hal. Sesuatu terlintas dalam pikiran saya bahwa yg perlu diselamatkan adalah perabot-perabot rumah tangga. Saya malah salah.
- Janganlah mencoba agar dikagumi dan dicintai.
Kita tidak boleh menjadikan diri kita idola. Idola itu hanya boleh buat Tuhan. Idola berasal dari kata Idol (Ingg: Baal). Diterjemahkan dalam bentuk apapun, baal selalu membawa dampak negatif dalam hidup manusia.
- Bersikap mengalah dalam perbedaan pendapat, walaupun Anda yang benar.
Umumnya bila orang itu merasa ada dipihak yang benar, pendapatnya akan diperjuangkan sepuluh betul. Rela korbankan segalanya adalah harga yang dibayar untuk sebuah kebenaran. Meskipun harus berkonfrontasi tapi demikianlah yang terjadi.
Hanya saja yang perlu disayangkan, kebenaran yang diperjuangkan tersebut terkadang tidak mutlak mengandung kebenaran yang sepuluh betul. Pasalnya kita suka memaksakan kebenaran versi kita sendiri. Meskipun itu mengandung pesan dan bernilai tinggi. Mana bisa lah ukuran baju kita, kita paksakan kepada orang lain.
Sebaliknya, cara kita mengejawantahkan kebenaran tersebut haruslah dengan cara-cara yang bermoral dan cantik. Bermoral Karena kita menghormati dan mengedepankan hak-hak orang lain, dan cantik karena kita bukan pedagang pasar yang main serobot tetapi ada unsur tata krama dan keluwesan dalam menitipkan pesan itu sendiri. Namanya juga usaha. Tetapi bukan usaha untuk merugikan orang lain, sebaliknya usaha untuk kemajuan diri sendiri dan dalam waktu bersamaan kemajuan juga untuk orang lain. Itu namanya kemajuan bersama. Cantik bukan!?
- Pilihlah selalu yang tersulit.
Budaya tidak mau antri, melanggar lampu merah, mendahulukan diri sendiri masih melekat di budaya sekeliling kita. Contras dengan apa yang dikenal dunia tentang Indonesia beberapa waktu lalu. Memiliki sikap mendahulukan orang lain, menganggap orang lain lebih penting dari kita, membuat orang lain mengambil jalan yang mudah adalah tindakan-tindakan kerendahan hati. Memang sulit untuk dilakukan, tetapi kalau ada niat, maka yang sulit akan jadi mudah.
Komentar
Posting Komentar