23. Cara memilih siapa kawan dan lawan Anda

23. Cara memilih siapa kawan dan lawan Anda 

Amsal 23: 6, 9, 17:

Jangan makan roti orang yang kikir, jangan ingin akan makanannya yang lezat. Jangan berbicara di telinga orang bebal, sebab ia akan meremehkan kata-katamu yang bijak. Janganlah hatimu iri kepada orang-orang yang berdosa, tetapi takutlah akan TUHAN senantiasa.

Rejeki erat kaitannya dengan relasi. Begitu kata orang pintar. Karena itu dengan siapa Anda bergaul sangat menentukan. Menurut saya mengapa relasi menentukan rejeki atau rezeki ditentukan oleh siapa, perlu kita perhatikan. Misalnya Anda bergaul dengan kumpulan warung kopi atau dengan kumpulan restoran atau cafe sudah pasti beda. Anda hanya dapat pepesan kosong dan obrolan ringan yang tidak pernah kelar atau jadi. Tapi obrolan restoran atau cafe tidak bisa dipastikan betul semua, tapi ada benarnya. Minimal ada beberapa hal yang bisa berlanjut. Deal-deal yang tidak jarang berlanjut kepada hubungan kerjasama yang tambah baik. Itu semua tergantung dari relasi yang Anda bangun.

Pilih-pilih relasi juga perlu diperhatikan. Tidak semua sahabat atau kawan bisa deal dengan Anda. Kalimat terakhir ini penting karena mengandung konsekuensi. Perlu hikmat untuk memilih mana yang bisa diajak dan mana yang hanya bermental gretongan. Iya iya di awal tapi semakin kesini semakin tidak berminat. Ujung-ujung susah dihubungi, hp tidak diangkat, gereja timbul tenggelam, yang kayak gini good bye my love aja kata teman saya hahaha!



pastedGraphic.png


Amsal 23 memberi tips bagaimana caranya memilih kawan:

Tips 1#: Jangan berteman sama orang kikir. Persahabatan yang dilanjutkan dengan deal-deal biasanya dimulai di meja makan. Lihat saja cara nya membangun relasi dari mengajak makan sampai membayar tagihan atau bon makanan. Bila yang diajak adalah Anda, seyogyanya yang membayar bill tagihan adalah yang mengajak.  

Dalam bukunya: MUSTAHIL MENJADI MUNGKIN, John Mason menulis, Jenis sahabat yang benar adalah dengan siapa Anda dapat berani menjadi diri Anda sendiri, orang dengan siapa Anda dapat menceritakan impian Anda dengan suara keras. Kadang-kadang satu percakapan dengan orang yang tepat dapat menjadi lebih berharga daripada belajar bertahun-tahun. Bagi saya, Sahabat terbaik saya adalah orang yang mengerti masa lau saya, percaya akan masa depan saya, dan menerima diri saya sekarang.


Mark Twain menulis, Jauhkanlah orang yang berusaha meremehkan ambisi Anda. Orang-orang kecil selalu melakukan hal itu, tetapi orang yang benar-benar membuat Anda merasa bahwa Anda, juga, dapat menjadi orang besar.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

19. Mengapa Kemenangan Harus Menjadi milik Saya

4. 3 Prinsip Sederhana Dari Hikmat

29. Prinsip Keadilan serta keamanan adalah meterai Raja.