24. Menangkan Peperangan Anda
24. Menangkan Peperangan Anda
Amsal 24:5: Orang yang bijaksana memiliki kekuatan, dan orang yang berpengetahuan menambah kekuatannya.
Lagu “lebih dari pemenang” yang ditulis oleh teman saya, Steve Dauna, begitu di launching langsung menjadi hits dan menambah perbendaharaan daftar lagu-lagu rohani. Di ibadah-ibadah minggu lagu ini menjadi sering dinyanyikan. Selain easy listening, pesan yang disampaikan lagu ini powerfull.
Dalam beberapa kebaktian, lagu ini sangat inspiratif. Kalimat terakhir berbunyi: “….Kita lebih … lebih dari pemenang”.
The Battle of Rafidim
Salah satu kisah di Alkitab yang saya sukai adalah cerita mengenai pertempuran Orang Israel melawan Amalek. Kisah ini penuh dengan drama, ada permainan emosi yang begitu menghanyutkan, dan dengan Ending yang memukau.
Di Rafidim, orang Amalek datang dan berperang melawan Bangsa Israel.
Musa pun berkata kepada Yosua, "Pilihlah beberapa orang dan pergilah berperang melawan orang Amalek besok. Aku akan berdiri di puncak bukit serta memperhatikanmu. Aku akan memegang tongkat yang diberikan Allah kepadaku."
Yosua taat kepada Musa dan pergi berperang melawan orang Amalek hari berikutnya. Sementara itu, Musa, Harun, dan Hur pergi ke puncak bukit.
Setiap kali Musa mengangkat tangannya ke langit, orang-orang Israel unggul dalam peperangan. Namun, apabila Musa menurunkan tangannya, orang-orang Israel mulai kalah.
Setelah beberapa waktu, tangan Musa lelah. Mereka pun meletakkan sebuah batu besar di bawah Musa sehingga ia dapat duduk di atasnya. Harun dan Hur menopang kedua tangan Musa. Harun di satu sisi Musa dan Hur pada sisi yang lain. Mereka menopang tangannya hingga matahari terbenam.
Yosua pun mengalahkan orang Amalek dalam pertempuran ini.
Lalu, TUHAN berkata kepada Musa, "Tulislah tentang peperangan ini. Tuliskan dalam satu buku sehingga orang-orang akan mengingat yang telah terjadi di sini. Dan, katakanlah kepada Yosua bahwa Aku akan membinasakan orang Amalek dari muka bumi."
Kemudian, Musa membangun sebuah mezbah dan menamainya, "TUHAN adalah panji-panjiku." (Keluaran 17:8-15)
Yang membuat cerita ini begitu menarik adalah karena selama masa perbudakan panjang di Mesir, Bangsa Israel yang dulunya sangat terkenal akan kedigdayaannya terhadap bangs-bangsa lain, menjadi begitu tidak berdaya melawan Amalek. Di Mesir, mereka harus melupakan impian mereka untuk suatu jangka waktu yang tidak dapat diduga. Yang ada hanyalah pukulan, cambukan, makian, dan sejumlah penderitaan panjang yang tidak berujung.
Belum lagi orang-orang ‘keluaran Mesir’ ini sangat menyadari kalau mereka adalah generasi yang lahir di Mesir sebagai budak. Yang ada hanyalah nostalgia dari kakek moyang mereka betapa dahsyatnya Tuhan menyertai bangsanya. Tapi itu dulu. Istilah sekarang, “lagu lama”
Yang menjadi PR terbesar Musa adalah mengembalikan kepercayaan diri, melatih, membimbing, mengubah kuda tunggangan menjadi kuda perang. Ibarat naik kapal penumpang menjadi kapal perang. Sehingga Musa harus ‘memilih’ orang-orang yang punya kriteria untuk berperang.
Musa berkata kepada Yosua: "Pilihlah orang-orang bagi kita, lalu keluarlah berperang melawan orang Amalek, besok aku akan berdiri di puncak bukit itu dengan memegang tongkat Allah di tanganku." (Keluaran 17:9).
Sedangkan yang dilakukan Musa adalah ‘naik ke puncak bukit. “…..Musa, Harun dan Hur telah naik ke puncak bukit”. (ay 10). Ini bagian yang saya sukai. Di pasal 20 dari kitab ini, Musa punya pengalaman luar biasa di atas gunung Sinai selama 40 hari, berdoa dan mencari wajahNya. Musa menyadari betul bahwa mereka kalah jumlah, kalah pengalaman, kalah pengetahuan, kalah strategi, dan ….. kalah banyak!!. Karena itu mereka bertiga, Musa, Harun, dan Hur naik ke puncak bukit mencati bukti. Dalam Injil Matius 17, Yesus mengalami transfigurasi. Ayat 1: “Lalu Yesus berubah rupa di depan mata mereka; wajah-Nya bercahaya seperti matahari dan pakaian-Nya menjadi putih bersinar seperti terang”. (Ayat 2) Enam hari kemudian Yesus membawa Petrus, Yakobus dan Yohanes saudaranya, dan bersama-sama dengan mereka Ia naik ke sebuah gunung yang tinggi. Di situ mereka sendiri saja.
Tempat tinggi (highest place), adalah tempat dimana Allah bersemayam
Yesaya 57:15: Sebab beginilah firman Yang Mahatinggi dan Yang Mahamulia, yang bersemayam untuk selamanya dan Yang Mahakudus nama-Nya: "Aku bersemayam di tempat tinggi dan di tempat kudus tetapi juga bersama-sama orang yang remuk dan rendah hati untuk menghidupkan semangat orang-orang yang rendah hati dan untuk menghidupkan hati orang-orang yang remuk.
Kemuliaan bagi Allah
"Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya." (Lukas 2:14)
Hukum Tuhan diberikan di atas gunung
Keluaran 19:11 Menjelang hari ketiga mereka harus bersiap, sebab pada hari ketiga TUHAN akan turun di depan mata seluruh bangsa itu di gunung Sinai.
Pengukuhan perjanjian dilakukan pula di atas gunung.
Keluaran 24:1-2:
Berfirmanlah Ia kepada Musa: "Naiklah menghadap TUHAN, engkau dan Harun, Nadab dan Abihu dan tujuh puluh orang dari para tua-tua Israel dan sujudlah kamu menyembah dari jauh. Hanya Musa sendirilah yang mendekat kepada TUHAN, tetapi mereka itu tidak boleh mendekat, dan bangsa itu tidak boleh naik bersama-sama dengan dia."
Keluaran 24:9-11:
Dan naiklah Musa dengan Harun, Nadab dan Abihu dan tujuh puluh orang dari para tua-tua Israel. Lalu mereka melihat Allah Israel; kaki-Nya berjejak pada sesuatu yang buatannya seperti lantai dari batu nilam dan yang terangnya seperti langit yang cerah.Tetapi kepada pemuka-pemuka orang Israel itu tidaklah diulurkan-Nya tangan-Nya; mereka memandang Allah, lalu makan dan minum
Keluaran 34:27-28:
Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: "Tuliskanlah segala firman ini, sebab berdasarkan firman ini telah Kuadakan perjanjiandengan engkau dan dengan Israel." Dan Musa ada di sana bersama-sama dengan TUHAN empat puluh hari empat puluh malam lamanya, tidak makan roti dan tidak minum air, dan ia menuliskan pada lohitu segala perkataan perjanjian, yakni Kesepuluh Firman.
Khotbah di Bukit:
Matius 5:1 Ketika Yesus melihat orang banyak itu, naiklah Ia ke atas bukit dan setelah Ia duduk, datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya.
Matius 8:1: Setelah Yesus turun dari bukit, orang banyak berbondong-bondong mengikuti Dia.
Yohanes 6:3: Dan Yesus naik ke atas gunung dan duduk di situ dengan murid-murid-Nya.
Gunung doa.
Matius 14:23: Dan setelah orang banyak itu disuruh-Nya pulang, Yesus naik ke atas bukit untuk berdoa seorang diri. Ketika hari sudah malam, Ia sendirian di situ.
Yesus dimuliakan di atas gunung
Matius 17:1-9
Enam hari kemudian Yesus membawa Petrus, Yakobus dan Yohanes saudaranya, dan bersama-sama dengan mereka Ia naik ke sebuah gunung yang tinggi. Di situ mereka sendiri saja. Lalu Yesus berubah rupa di depan mata mereka; wajah-Nya bercahaya seperti matahari dan pakaian-Nya menjadi putih bersinar seperti terang. Maka nampak kepada mereka Musa dan Elia sedang berbicara dengan Dia. Kata Petrus kepada Yesus: "Tuhan, betapa bahagianya kami berada di tempat ini. Jika Engkau mau, biarlah kudirikan di sini tiga kemah, satu untuk Engkau, satu untuk Musa dan satu untuk Elia." Dan tiba-tiba sedang ia berkata-kata turunlah awan yang terang menaungi mereka dan dari dalam awan itu terdengar suara yang berkata: "Inilah Anak yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan, dengarkanlah Dia. Mendengar itu tersungkurlah murid-murid-Nya dan mereka sangat ketakutan. Lalu Yesus datang kepada mereka dan menyentuh mereka sambil berkata: "Berdirilah, jangan takut! Dan ketika mereka mengangkat kepala, mereka tidak melihat seorangpun kecuali Yesus seorang diri. Pada waktu mereka turun dari gunung itu, Yesus berpesan kepada mereka: "Jangan kamu ceriterakan penglihatan itu kepada seorangpun sebelum Anak Manusia dibangkitkan dari antara orang mati."
Saudaraku, ketika Anda mengalami masa-masa yang dinamakan kemustahilan, Anda hanya punya satu tempat untuk mengadu, yakni tempat yang tinggi.
Peralatan pertukangan, pertanian yang selama ini di pegang di Mesir, harus mulai membiasakan diri menggunakan senjata-senjata perang kala itu. Sekan-akan mereka hendak berkata seperti yang tertulis di Yoel 3:10: Tempalah mata bajakmu menjadi pedang dan pisau-pisau pemangkasmu menjadi tombak; baiklah orang yang tidak berdaya berkata: "Aku ini pahlawan!
Keluaran 17:11 “Dan terjadilah, apabila Musa mengangkat tangannya, lebih kuatlah Israel, tetapi apabila ia menurunkan tangannya, lebih kuatlah Amalek”.
Lagi-lagi “tangan yang terangkat” atau “teracung” adalah tanda “Penyerahan”. Tanda berdoa. Tangan yang terangkat menunjukkan penyerahan total atau pengalihan total atas kendali yang terjadi, dan itulah yang dilakukan Musa, Harun, dan Hur sejak naik ke atas.
Musa, Harun, Hur adalah lambang Tri-Tunggal, Yakni Bapa, Anak, Roh Kudus. Angka tiga di dalam Alkitab juga melambangkan ‘Doa yang di jawab karena kehadiran Tuhan di tengah-tengah mereka”: Dan lagi Aku berkata kepadamu: Jika dua orang dari padamu di dunia ini sepakat meminta apapun juga, permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh Bapa-Ku yang di sorga. Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam Nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka." (Matius 18:19, 20)
Keluaran 17:13: Demikianlah Yosua mengalahkan Amalek dan rakyatnya dengan mata pedang.
Ini yang namanya kerjasama tim. Pengurapan Bersama atau “Corporate Annointing”.
Dengan rendah hati saya sangat senang mengatakan kalau Tuhan rindu berperang bagi Anda. Ohh Dia selalu ingin memberikan kemenangan itu kepada kita.
Komentar
Posting Komentar