27. Tindakan kecil berdampak besar

27.  Tindakan kecil berdampak besar


Amsal 27:23-37

Kenallah baik-baik keadaan kawanan dombamu, dan perhatikanlah kawanan ternakmu.

Sebab, harta benda tidaklah abadi, dan apakah mahkota bertahan dari generasi ke generasi?

Ketika rumput menghilang, tunas muda muncul, dan tumbuh-tumbuhan gunung dikumpulkan,

maka domba-domba akan menyediakan pakaianmu, dan kambing-kambing jantan menjadi harga untuk ladang. Akan ada cukup susu kambing bagi makananmu dan makanan keluargamu, dan penghidupan bagi pelayan-pelayanmu perempuan.


Enak mana jadi raja atau rakyat?


Konon, ada seorang Raja dari negeri Persia memerintah dari tahtanya dengan anggun aman dan tenteram. Semua idaman dan kenikmatan hidup yang diinginkannya dapat terpenuhi melalui kelima panca inderanya. Rakyat sangat menghormatinya, reputasi internasionalnya tersebar sampai keempat penjuru bumi. Ia sangat kaya dan memiliki kekuasaan yang mutlak; perkataannya merupakan hukum. Apabila ia bersabda maka semua perintahnya akan terlaksana. Seluruh kerajaannya mematuhi akan pemerintahannya. Apapun yang dikelolanya selalu membawa  keberuntungan. Pemerintahannya mempromosikan kesejahteraan dan perdamaian. Ia sering dijuluki sebagai "Raja Damai". Oleh karena kekuatannya dan caranya memerintah dengan adil dan bijak, maka semua bangsa bangsa lain takut dan segan untuk memusuhinya, apalagi berperang dengan raja ini.

                

Namun, ditengah tengah kehidupannya yang menjulang tinggi itu ia merasa ada ganjalan dalam hatinya. Ia merasa tidak dekat dengan rakyatnya dan merasa "terasing" dengan objek yang dipimpinnya. Ia ingin untuk bisa bergaul, berjabat tngan, dan ikut merasakan kebutuhan kebutuhan mereka sebagai rakyat jelata dan bahkan merindukan bagaimana merasakan penderitaan yang masih dialami oleh sebagian rakyatnya.Tetapi bila ia melakukannya dengan mengunjungi mereka dengan memakai jubah kebesarannya pastilah ia akan diperlakukan sebagai layaknya seorang raja. Dan pasti ia tetap merasa "jauh" dan "terasing" dengan mereka yang ditemuinya. Akhirnya ia menanggalkan semua pakaiannya, mahkotannya dan menggantikannya dengan pakaian butut yang banyak dipakai oleh kalangan bawah.  Seorang raja yang dibalut dengan pakaian rakyat jelata. 

  
Dibawah kegelapan malam ia menyelinap keluar dari istananya dan menyusuri jalan yang membawanya ketempat pusat kota yang ada pasarnya. Tampak sebagai orang biasa masuklah ia kedalam sebuah tempat penginapan dengan harapan dapat meminta tempat untuk bermalam.  "Semua sudah penuh, pergilah ketempat lain", demikian jawaban yang ketus dari pemiliknya.  "Tapi tentunya anda punya tempat tidur dimana saya boleh membaringkan badan saya ?," pintanya  "Engkau bisa kalau mau tidur di onggokan rumput kering dikandang kuda disana itu." Akhirnya dengan menghangati dirinya dengan kayu2 bakar sambil mengeratkan syal lehernya ia membaringkan tubuhnya diatas tumpukan rumput kering melewatkan malam dikandang binatang. 

  
Setelah makan pagi ia pergi menuju pasar yang sudah sibuk sekali dengan kegiatan rutinnya. Semua yang dilihatnya tampak aneh, belum pernah ia melihatnya selama  hidup sebagai raja ,maklum karena selalu tinggal diistana. Ia dimaki disana sini karena berprilaku seperti orang tolol yang muncul dari desa masuk kota dan menganggu lalu lalang kereta dan orang berjalan. Raja yang terbungkus dengan kesederhanaan itu mulai merasakan bahwa ia telah menyatu dengan mereka. Sementara ia berusaha agar orang tidak mengenalinya , mendadak terdengar suara," Itu Raja, itu raja! Selamat Paduka Raja! Salam hormat!" teriak seorang pria yang sudah lanjut yang membungkukan badannya menyembah serta mencium tangan raja . Sambil mengangkat tubuh orang tua itu raja berbisik agar ia diam dan tidak bicara kepada siapapun. Tapi terlambat beberapa orang mulai mengenalinya dan mengerumuninya. Tapi beberapa orang tidak begitu saja percaya

  
Raja itu sekarang menjadi pusat perhatian dan objek kontroversi ."Tak mungkin ia seorang raja'" kata seseorang". Raja tinggal diistana dan tidak mungkin berkeliaran di pasar." 

"Ini Raja"'kata yang lainnya. "Saya pernah bersalaman dengan beliau dan mengenalnya secara pribadi." 

"Tapi kenapa ia pakai pakaian yang jelek begitu ?," kata yang lain." Raja tidak mungkin berpakaiaan compang camping - raja memakai jubah kebesaran, mahkota dan cincin cincin berlian" 

Dengan tenang, sang raja berdiri diam. Kemudian seorang yang skeptis menghampirinya dan orang orang berpikir ia akan menjernihkan permasalahannya. "Tuan, apakah anda raja ?" 

Saya tak dapat berdusta pikir raja dalam dirinya. "Ya, saya adalah raja." 

"Kalau tuan adalah raja ,apa yang anda lakukan ditempat ini ?" "Saya datang untuk mengerti dan meyelami kebutuhan hidup rakyat sehari hari, ingin menolong membebaskan mereka dari hutang-hutangnya dan memperbaiki kehidupannya ." "Saya mengerti", kata sipenanya yang sekarang bertambah curiga. "Jadi ,engkau seorang raja." 

Buk ! Sebuah tamparan tangan melayang kekepala sang raja sehingga tutup kepalanya jatuh. "Nah, mana mahkotamu ?" Krek! Pakaian bututnya disobek dan bergantungan dipundaknya. "Mana ,jubah kebesaranmu ?" Duk! Sebuah pukulan tinju melayang kepundaknya membuat raja roboh diatas lututnya. "Dan engkau hai 'raja', mana mereka yang berlutut dihadapanmu ?" 

  

Beberapa orang sekarang mencoba untuk membela raja, namun beberapa orang yang senang dengan adegan ini menghalangi mereka. Bangkit secara perlahan dan berdiri tegak sebagai layaknya seorang yang memiliki wibawa ia berkata," Mengapa anda memukul saya?  Saya tidak bermaksud menyakiti anda, saya datang hanya demi keuntungan anda." Pak! Tinju orang itu melayang lagi kepipi sang raja.  "Bukan karena kebaikan yang kamu tawarkan saya memukulmu; melainkan karena kamu, seorang manusia biasa, sosok orang tolol - berani berani mengaku bahwa dirimu adalah raja". Ternyata sang raja tidak menyangka akan mendapat perlakuan seperti itu. Yang penting misi nya berhasil.  

Salah satu kebijaksanaan Salomo digambarkan melalui kisah tentang dua orang perempuan sundal yang memperebutkan seorang anak bayi. Kedua perempuan itu melahirkan anak, tetapi salah satunya tidak sengaja meniduri anaknya sehingga mati. Sekarang keduanya mengaku sebagai ibu bayi yang masih hidup.  Salomo meminta diambilkan sebilah pedang, dan memutuskan bahwa supaya adil, bayi itu harus dibelah dua, dan masing-masing perempuan itu akan mendapatkan setengah. Ibu sejati sang bayi memohon kepada Salomo agar bayi itu dibiarkan hidup, bahkan ia merelakan bayinya diserahkan kepada perempuan yang satunya, sementara ia tidak mendapatkan bayinya. Dengan cara itu Salomo berhasil menemukan ibu sejati bayi tersebut.

Kepemimpinan yang ditunjukkan Jokowi adalah jenis kepemimpinan yang dinanti, ditunggu dan diharapkan. Apa sebab, karena Jokowi tahu benar siapa rakyatnya. Jokowi ibarat Gembala yang mengerti Domba-dombanya. Jokowi begitu disenangi karena rakyatnya ada dalam hatinya. Apa saja akan dilakukan agar rakyatnya selalu dekat dengan dia. Beliau rela melanggar protokoler hanya demi dapat bersinggungan dengan rakyatnya.


Tidak segan-segan beliau akan turun ke jalan, ke pasar, ke terminal, bahkan keselokan untuk dapat bertemu muka dengan rakyatnya. Kadang-kadang untuk bertemu tidak segan-segan beliau duduk dilantai, makan makanan dan minuman yang dimakan oleh tamunya. 

Banyak tindakan dan keputusan Jokowi yang 'out of the box' alias diluar kebiasaan para pejabat pemerintahan pada umumnya. Karena pada umumnya para pejabat terbiasa dilayani, minta dihormati, dan sering pasif dalam menghadapi masalah.


Tidak demikian dengan Gubernur DKI Jakarta saat ini yang banyak melakukan terobosan dan memiliki sikap, keputusan dan tindakan yang out of the box atau bisa dibilang 'nyeleneh'


Berikut 6 aksi 'nyeleneh' Jokowi yang terekam sepanjang 100 hari pertamanya sebagai Gubernur DKI Jakarta:


1. Mengangkat gong untuk Presiden SBY

Untuk pertama kalinya, pada 17 Oktober 2012, saat mendampingi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meresmikan sebuah acara pameran perdagangan di kawasan Kemayoran, Jakarta, Jokowi tidak tinggal diam saat melihat posisi gong yang akan digunakan presiden tidak pas. Dibantu Menteri Perdagangan Gita Wirjawan, ia langsung mengangkat gong ke posisi yang pas. Melihat kesigapan Jokowi, Presiden SBY pun tersenyum.


2. Meniti tangga dan jembatan rapuh

Saat atap dan dinding SD Negeri 03 Rawamangun, Jakarta Timur, ambruk pada 6 November 2012, Jokowi tak mau hanya mendengarkan penjelasan kepala dinas terkait dan kontraktor saja. Ia justru melihat penyebab ambruknya atap dengan naik tangga kayu yang sudah rapuh. Demikian pula saat meninjau jembatan gantung Srengseng, Jakarta Selatan, 8 Desember 2012. Meski kondisinya membahayakan warga setempat, namun Jokowi tetap meniti jembatan yang dibangun tahun 1980-an itu.


3. Berdialog dengan pengunjuk rasa

Saat para awak angkutan kota berunjuk rasa mengenai trayek, Jokowi tidak menutup diri. Ia meluangkan waktu untuk bertemu dengan pengunjuk rasa dan berdialog layaknya seorang ayah dengan anaknya yang berbagi.


4. Nyemplung ke gorong-gorong

Pada 26 Desember 2012 karena ingin melihat langsung kondisi gorong-gorong di MH.Thamrin, Sang Gubernur ini langsung masuk ke dalam gorong-gorong.


5. Malam Tahun Baru tanpa kendaraan

Malam pergantian tahun Jokowi punya jurus baru agar tidak terjadi kemacetan di malam tahun baru. Jakarta Night Festival pun digelar dengan menerapkan kebijakan bebas kendaraan bermotor di sejumlah jalan protokol pada 31 Desember 2012. 


6. Urus banjir, dari naik gerobak hingga jadi Mandor

Jakarta dikepung banjir pada 17 januari 2013, yang mengakibatkan semua kegiatan lumpuh. Untuk hal itu Jokowi justru harus menggunakan gerobak kayu yang tahan air dan genangan.


Selain itu Jokowi menjadi mandor menunggui proses perbaikan tanggul Latuharhary yang jebol agar tepat sasaran dan tepat waktu. Pagi, siang, hingga malam ia berada di lokasi.


Jokowi memayungi Gubernur Papua

Dalam sebuah kunjungan ke Papua, lagi-lagi Jokowi menunjukkan pemandangan yang tak lazim bagaimana orang nomor satu di Indonesia itu memantau langsung Gardu Induk (GI) Waena, Sentani di Papua. Betapa tidak, dalam foto tersebut, tampak Jokowi memayungi Gubernur Papua, Lukas Enembe. Kondisi saat itu di lokasi gardu dan sekitarnya tengah di guyur hujan.


Satu kata buat Pak Presiden, Salut!

Garis bawahi, ‘dia belum kenal Yesus’. Rasa-rasanya saya ingin tutup mata saya dengan tangan kiri, sementara tangan kanan saya letakkan dalam-dalam tepat di dada saya. Benar-benar panutan. Entahlah, tapi seringkali orang-orang yang menyebut dirinya ‘anak Tuhan’ justru belum menunjukkan perilaku yang dimiliki oleh Bapak dari 3 anak ini. Dalam sebuah artikel ditulis demikian: Gus Dur: GURU BANGSA; Jokowi: PEMIMPIN BEKERJA DAN MELAYANI; Ahok: KESATRIA PENJAGA UANG RAKYAT


KOREA SELATAN

Enam dekade lalu, Korea Selatan tercabik perang saudara dan penduduk yang hidup dalam kemiskinan. Tapi kini, Korea Selatan menjadi salah satu macan Asia dalam perekonomiannya.


Selepas perang saudara dengan Korea Utara yang berlangsung 1950-1953, Korsel terus bangkit membangun ekonominya hingga menjadi negara maju seperti sekarang ini.  


Profesor Seong-Kon Kim, PhD memberikan tiga kunci yang menjadi kesuksesan Korea Selatan menjadi negara dengan ekonomi yang maju.


1. Pemimpin Yang Punya Visi


Usai perang saudara, pemimpin Korea Selatan memutuskan untuk lebih meningkatan perekonomian yang bisa mengangakat derajat hidup warganya dan tidak terlalu fokus pada ekonomi militer seperti yang dilakukan tetangganya Korea Utara yang memperkuat ekonomi untuk kepentingan militer.


“Sejak tahun 1960, Korea memutuskan menjadi negara industri dengan fokus pada 3 hal yakni elektronik, otomotif dan perdagangan produk keduanya keseluruh dunia,” kata Profesor Seong-Kon


2. Bangsa yang tekun


Minimnya sumber daya alam membuat bangsa Korea tidak dimanjakan oleh alamnya. Sebaliknya menghadapi iklim yang ekstrem, orang Korea harus bisa bertahan. Ketekunan yang dimiliki orang Korea berbuah menjadi budaya kerja yang pantang menyerah dan pentingnya sebuah ketekunan untuk menjadi sukses.


3. Bantuan Finansial dari Amerika (Marshall Plan)


Amerika yang menjadi sekutu dan yang membantu Korea Selatan saat perang Saudara diakui Profesor Seong-Kon memiliki peran penting di awal-awal kebangkitan Korea. Menurut Profesor Seong-Kon, sebagai bangsa yang baru saja terpuruk setelah perang, ememiliki sekutu yang bisa membantu sektor keuangan sangan diperlukan. Namun bantuan keuangan ini tidak membuat Korea terjebak dalam lingkaran hutang seperti yang dialami banyak negara berkembang.


Bantuan yang diberikan Amerika tidak hanya finansial melainkan juga transfer teknologi dan pengetahuan yang akhirnya sangat berguna untuk Korea dalam pengembangan industrinya.


Terbukti dengan 3 kunci itu, ekonomi Korea kini menjadi sangat maju. Produk teknologi Korea diakui dunia seperti KIA, Samsung, LG, industry perkapalan, industry baja, kereta api cepat (KTX Bullet Train) dan lebih banyak lagi.


Korea kini menduduki peringkat 8 dunia untuk perdagangannya setelah Amerika, China, Jerman, Jepang, Prancis, Belanda dan Inggris. Orientasi ekonomi pada ekspor menjadi salah satu pendongkraknya.


Besaran atau ukuran ekonomi Korea Selatan juga menduduki peringkat 12 dunia. Sebagai negara yang menganut paham demokratis, Korea berhasil mengangkat kesejahteraan warganya yang pada 2015 memiliki pendapatan per kapita 28 ribu dolar AS per tahun. Bahkan sebagian besar kelompok masyarakatnya punya pendapatan per kapita 50 ribu dolar per tahun. Itulah Korea


Yesus menunjukkan hal yang sama lebih dulu ketika ada di dunia. Yesus hanya punya waktu 3,5 tahun untuk melayani, tapi gaung tentang kehidupan dan pelayanan Yesus bersuara nyaring sampai kini. Mari contohi dan teladani kehidupan Pemimpin yang meninggalkan jejak-jejak yang baik.


“Good Leaders must first become good servants”, ROBERT GREENLEAF,1904


“The Best way to find yourself in the service of others”, MAHATMA GANDHI


Kita menyebut diri kita Kristen, tapi masih berantem memperebutkan tempat parkir

Kita sebut kita anak Tuhan, tapi main serobot di antrian;

Kita sebut kita paling rohani, tapi kelakuan kita lebih ‘parah’ dari orang yang ‘rohana’ (sebutan untuk orang non Kristen);

Kita sebut diri kita paling benar, tapi kebenaran seringkali kita tolerir

Kita sebut kita bergereja, tapi sikap kita bukan seperti orang yang bergereja. Untung saya tidak menyebut Anda kafir, bisa-bisa saya yang dikafir-kafirkan. Saya jadi heran, siapa sebenarnya yang kafir


pastedGraphic.png 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

19. Mengapa Kemenangan Harus Menjadi milik Saya

4. 3 Prinsip Sederhana Dari Hikmat

29. Prinsip Keadilan serta keamanan adalah meterai Raja.