3. 5 LANGKAH MENUJU KEBIJAKSANAAN

 3. 5 LANGKAH MENUJU KEBIJAKSANAAN


Berbahagialah orang yang mendapat hikmat, orang yang memperoleh kepandaian, karena keuntungannya melebihi keuntungan perak, dan hasilnya melebihi emas. Ia lebih berharga dari pada permata; apapun yang kauinginkan, tidak dapat menyamainya.

Umur panjang ada di tangan kanannya, di tangan kirinya kekayaan dan kehormatan.

Amsal 3:13-16


Tanah liat selama tetap ditempatnya, selamanya hanya menjadi tanah. Tetapi bernilai ketika tanah liat ada ditangan penjunan. Dibentuk menjadi sebuah karya. Mulai dari pot, vas, keramik, atap, teko, piring, gelas. Ratusan bahkan ribuan karya hand made tercipta.

Sewaktu di Bali tempo hari, saya berkesempatan melihat-lihat prakarya setempat di toko oleh-oleh. 

 

Pertama Bingkai Foto. Dr luar tampak biasa saja dg ukuran kebanyakan. Setelah ditangan saya, sy melihat ada yg istimewa dg benda ini. Bayangkan sj bgm bisa ada bintang laut, pasir laut, keong2 kecil di satukan menjadi hiasan pinggiran figura foto. Si pengrajin begitu lihai dg ketelitian dan pengalaman tingkat dewa, figura ini berubah menjadi cantik. Cantik sekali ditangan saya. Indah, kelihatan mahal tp harganya murah jauh dari kesan murahan. 

 

Kedua, Kerang

Kerang ini sudah dikeringkan. Pas banget di telapak tangan saya. Kabarnya setelah kering barulah di perhalus, di cat dan ditaburi pasir putih nan indah khas Bali. Harganya? Hmm ... Lebih murah dari kacamata yg saya beli dipinggir jln tadi. 

 

Ketiga, kain

Setelah jadi, kain yg lebih mirip selendang ini kelihatan menjadi kain yg mahal bertahtakan berlian dan intan, padahal kerang kecil yg disematkan. Waktu kecil Anda pernah main bekel? Bola kasti dan 5 buah kerang kecil yg waktu bola tersebut dilempar, Anda hanya punya waktu kira-kira 1-2 detik untuk membalikkan kerang tadi sebelum bola kembali memantul ke tanah.

Kerang-kerang kecil setelah di cat warna-warni, kemudian di susun dan direkatkan ke kain itu. Harganya? Saya tidak lagi sempat bertanya berapa harganya.  Saya hanya bisa memandang dengan kagum. Saya yakin harganya tidak sampai 500 ribuan. Murah ... Murah sangat. 

 

Solo. 

Oleh seorang teman, saya diajak keliling cari Batik di Solo. Sebelumnya kami mampir di warung pinggir jalan. Setelah saya perhatikan gambar besar kain yang penutup warung, saya tersenyum. Teman saya ini tahu selera saya .... Makan B1. 

Setelah masuk saya bertanya apakah warung ini tidak pernah digusur, di demo, yg paling parah mungkin ditutup. Pasalnya tepat diseberang warung ada masjid yang entah siapa duluan yg ada disana. Teman saya bilang sudah biasa disini. Bahkan orang seberang bisa mampir kemari. Whatt!!??? Saya hampir berdiri dari bangku. Dia bilang Solo itu penuh dg toleransi. Tapi di tv tidak begitu pemberitaannya. Elo jd korban media katanya. Setelah ngomong begitu, saya jadi cuek dengan sekeliling. Masa bodohlah pikirku !! Hehehe

sehabis makan langsung ke toko batik. Toko nya terkenal kata teman saya. Batik nya murah. Saya beli beberapa potong. Lengan panjang dan pendek. Sesaat mata saya kembali tertegun. Di depan ada kerajinan tangan dari kayu dan rotan dibentuk jadi motor gede, pesawat, mobil, kapal dll. Ahaa ini dia. Yang buat saya lebih terkejut, harganya itu loh! Badala …. Murah buangeettt.  Saya borong beberapa mainan sekaligus. Lumayan.

 

Nah yang mau saya ceritakan adalah bahwa dari kerajinan Bali dan solo, saya menemukan keindahan dari yang namanya nilai. Di dalam nilai (Value) ada kelayakan, harga, ada keindahan, kemewahan, jati diri dll. Di dalam jati diri ada harga diri. Harga diri tambah jati diri sama dengan Citra Diri. Citra diri lama- lama menjadi integrity. (Integritas). Integritas berasal dari kata Latin “Integer”, yg menelorkan dua kata: Sikap dan Mutu. Sikap bicara karakter, mutu bicara kualitas.

 

Kalau sikap dan mutu dipadukan akan menghasilkan karya-karya Masterpiece. Sebut saja Mozart, Bethoven, Bach, Mendell, Shakespeare dengan karya-karya simfoni nya, Leonardo Da Vinci dengan karya lukisan jamuan terakhir dan Monalisa yang melegenda, Thomas A. Edison dengan lampu pijarnya, Albert Einstein dengan teori relativitasnya, Alexander Graham Bell dengan temuan Teleponnya, Bill Gates penemu Microsoft Windows, Isaac Newton penemu gaya gravitasi. Louise Pasteur penemu Vaksinasi dll. Semua tokoh di atas meraih nobel atas jasa-jasanya menemukan apa yang orang lain tidak lihat, mempatenkannya sehingga berguna bagi orang lain.


Kisah Tukang Batu

Di China, hiduplah seorang buruh kasar namanya Mogo. Setiap hari kerjanya adalah menghancurkan batu-batu besar. Namun, Mogo tidak pernah puas dengan pekerjaannya. Mogo selalu mengeluh. Maka, suatu hari dia protes dan berdoa supaya pekerjaannya diubah. Rupanya, ada malaikat yang mendengarnya dan mengirimkan harapannya pada Tuhan. Maka, Tuhan berjanji akan mengabulkan apapun yang dimintanya. 

Suatu hari, ada seorang bangsawan lewat, dan Mogo ingin menjadi sepertinya. Tanda diduga harapannya terkabul. Mogo menjadi seorang bangsawan. Namun, beberapa lama kemudian, Mogo sadar sebagai bangsawan ia masih harus tunduk pada kaisar. Maka, ia pun ingin menjadi kaisar, dan harapannya pun terkabul. Nemun, bebeapa lama menjadi kaisar, ia pun sadar kalau kaisar ternyata tunduk dan takut dengan sinar matahari. Maka, Mogopun menjadi matahari. Namun, tidak lama menjadi matahari, tiba-tiba ia ditutup oleh awan yang gelap. Mogopun berambisi menjadi awan gelap. Ia pun senang menjadi awan karena bisa menciptaka petir dan menghasilkan angin dengan meniup apapun yang ada di muka bumi, meluluhlantakkannya. Namun, suatu ketika tiupannya terhenti saat ia berusaha melawan sebuah karang dan batu besar. Ternyata batu itu tidak bisa bergerak, kokoh dan kuat. Dan disitulah Mogo berganti pikiran lagi ingin menjadi seperti batu besar itu dan doanya pun terkabul. Cukup lama ini bangga menjadi batu, hingga suatu ketika muncullah seorang tukang batu yang membuat badannya berkeping-keping. Saat itulah, Mogo hanya punya satu permohonan terakhir, kembali menjadi pemukul batu!

Kisah ini menggambarkan sifat serakah nya tukang batu yang membuat dia tidak bertahan lama menikmati berkat yang sudah disipkan Tuhan. Lihat saja keserakahan monyet yang begitu melihat toples berisi kacang, langsung memasukkan tangannya dan berusaha keras mencoba menarik kacang yang penuh dari genggamannya. Jelas saja hal itu tidak mungkin terjadi jika tangannya masih dalam posisi menggenggam. Amsal mengajarkan untuk hidup bijaksana dengan selalu merasa puas. Puas disini bukan menerima nasib atau memberi kesan menerima apa adanya. Tetapi kepuasan atas apa yang telah diberikan. Kepuasan tersebut tidak bisa diterima atau didapat dari sumber yang ada di dunia. “Engkau akan haus lagi …..” (Yohanes 4:13), tetapi air yang memberi kepuasan adalah yang berasal dari mata air air surgawi yang diterima dengan ucapan syukur . “Orang yang percaya kepada-Ku, seperti yang dikatakan Kitab Suci, dari dalam dirinya akan mengalir aliran air hidup." (Yohanes 7:38). Hanya orang yang memiliki mata air dalam diri nya yang bisa membagi air kepada yang lain. Hanya yang punya sumber mata air yang bisa mengalirkan kehidupan kepada banyak kehidupan . 


Jangan pernah tukar kemuliaan Anda dengan benda-benda yang akan menjadi sampah. Kita diciptakan hampir sempurnanya dengan Bapa di Sorga. Ambil yang terbaik dari Tuhan. Jangan dengan kesempatan kedua atau ketiga, tapi kesempatan pertama. 


Saya senang mengambil Amsal 3:16 dari versi Firman Allah Yang Hidup yang memberikan 5 langkah kebijaksanaan: “Kebijaksanaan memberikan: Umur panjang, Kekayaan, Kehormatan, Kesenangan, Perdamaian”. 


  1. Kebijaksanaan Memberikan Umur Panjang. 

Hai anakku, dengarkanlah dan terimalah perkataanku, supaya tahun hidupmu menjadi banyak Amsal 4:10


  1. Kebijaksanaan memberikan Kekayaan

Umur panjang ada di tangan kanannya, di tangan kirinya kekayaan dan kehormatan. Amsal 3:16


  1. Kebijaksanaan Memberikan Kehormatan

Ya TUHAN, punya-Mulah kebesaran dan kejayaan, kehormatan, kemasyhuran dan keagungan, ya, segala-galanya yang ada di langit dan di bumi! Ya TUHAN, punya-Mulah kerajaan dan Engkau yang tertinggi itu melebihi segala-galanya sebagai kepala. I Taw 29:11


  1. Kebijaksanaan Memberikan Kesenangan

aku ada serta-Nya sebagai anak kesayangan, setiap hari aku menjadi kesenangan-Nya, dan senantiasa bermain-main di hadapan-Nya; Amsal 8:30


  1. Kebijaksanaan Memberikan Perdamaian

Tetapi hikmat yang dari atas adalah pertama-tama murni, selanjutnya pendamai, peramah, penurut, penuh belas kasihan dan buah-buah yang baik, tidak memihak dan tidak munafik. Amsal 3:17



“Our daily life is our true temple: Kehidupan sehari2 kita adalah tempat ibadah kita yang sebenarnya”. Kahlil Gibran  


Kebijaksanaan William


William adalah seorang penasehat kerajaan yang sangat disegani karena kebijaksanaannya. Raja pun sangat memperhatikan perkataan dan nasehatnya. Akan tetapi, hal itu rupanya membuat putri raja merasa iri, apalagi William memiliki wajah yang jelek dengan tubuh yang bongkok.

Putri raja pun bertanya kepadanya sambil mengejek: “Jika engkau bijaksana, beritahu aku mengapa Tuhan menyimpan kebijaksanaan-Nya dalam diri orang yang buruk rupa dan bongkok?”

William balik bertanya: “Apakah ayahmu mempunyai anggur?”

“Semua orang tahu bahwa ayahku mempunyai anggur terbaik. Pertanyaan bodoh macam apa itu?” sahut putri raja sinis.

“Di mana ia meletakkannya?” William bertanya lagi.

“Yang pasti di dalam bejana tanah liat.” Jawab putri raja.

William pun tertawa dan berkata: “Seorang raja yang kaya akan emas dan perak seperti ayahmu menggunakan bejana tanah liat untuk menyimpan anggur terbaik?”

Mendengar perkataan William tersebut putri raja pun merasa malu dan berlalu meninggalkannya. Kemudian ia segera memerintahkan agar para pelayan memindahkan semua anggur yang ada di istana dari dalam bejana tanah liat ke dalam bejana dari emas dan perak.

Suatu hari sang raja mengadakan jamuan bagi para tamu kerajaan. Alangkah terkejutnya ia karena anggur yang diminumnya sangat asam rasanya.

Dengan geram ia memanggil semua pelayan istana dan menanyakan masalah ini kepada mereka.

Para pelayan itupun menceritakan bahwa semua anggur itu telah disimpan dalam bejana emas dan perak atas instruksi putri raja sendiri. Maka sang raja menegur perilaku putrinya itu dengan keras.

Kemudian putri raja berkata kepada William: “Mengapa engkau menipu aku? Aku telah memindahkan semua anggur ke bejana emas dan hasilnya semua anggur itu jadi asam rasanya.”

Dengan ringan William menjawab: “Sekarang engkau tahu mengapa Tuhan lebih suka menempatkan kebijaksanaan dalam wadah yang sederhana. Kebijaksanaan itu sama seperti anggur, ia hanya cocok disimpan dalam bejana tanah liat.”

Tuhan seringkali mempercayakan pekerjaan yang besar pada orang-orang biasa yang lemah dan sederhana.

Tujuan-Nya jelas, agar semua orang mengetahui bahwa segala kemampuan dan kehebatan itu berasal dari Tuhan bukan dari dari si pelayan Tuhan tersebut. Dengan demikian segala kemuliaan hanya diberikan kepada Tuhan saja.


1. Bila saat ini anda merasa lemah dan tak berdaya, jangan kuatir, Tuhan dapat memakai anda menjadi alat yang luar biasa di tangan-Nya. Karena itu, senantiasa lakukan yang benar & terbaik bagi-Nya.

2. Bila saat ini anda telah dipakai menjadi alat Tuhan yang luar biasa, jangan lupa, hanya karena dengan anugerah Tuhan sajalah anda dapat melakukan semua itu.

Matius 10:8

"Kamu telah memperolehnya dengan cuma-cuma, karena itu berikanlah pula dengan cuma-cuma."

Karena itu, senantiasa rendahkan diri anda di hadapan Tuhan dan kembalikan segala kemuliaan kepada-Nya


Kerendahan hati adalah Alat pengukur kebijaksanaan. Anda yang berubah ketika ukuran tidak pas, dan bukan alat ukur nya




Komentar

Postingan populer dari blog ini

19. Mengapa Kemenangan Harus Menjadi milik Saya

4. 3 Prinsip Sederhana Dari Hikmat

29. Prinsip Keadilan serta keamanan adalah meterai Raja.