30. Rahasia Besar kemasyuran seorang Raja
30. Rahasia Besar kemasyuran seorang Raja
Amsal 30:7,8: "Ya Allah, aku mohon sebelum aku mati, berikanlah kepadaku dua hal ini.”
Jangan sampai aku mengucapkan kata-kata curang dan dusta, dan jangan biarkan aku miskin atau kaya. Berikanlah kepadaku hanya apa yang kuperlukan. (BIS)
Semua tokoh-tokoh di Alkitab terlibat dalam doa. Baik itu raja kecil atau besar, nabi-nabi kecil atau besar. Grace Aguilar berkata, “Doa adalah bahasa hati”.
Kita bisa tahu apa yang terjadi dengan mereka pada waktu kita menyimak isi doa nya.
Hizkia Berdoa
a. Hizkia berdoa mohon perlindungan dari musuh.
Yesaya 38:1-8:
Pada hari-hari itu Hizkia jatuh sakit dan hampir mati. Lalu datanglah nabi Yesaya bin Amos dan berkata kepadanya: "Beginilah firman TUHAN: Sampaikanlah pesan terakhir kepada keluargamu, sebab engkau akan mati, tidak akan sembuh lagi."
Lalu Hizkia memalingkan mukanya ke arah dinding dan ia berdoa kepada TUHAN.
katanya, "Ingatlah sekarang, ya TUHAN, bagaimana aku telah hidup di hadapan-Mu dengan setia dan tulus hati, serta telah melakukan apa yang baik di mata-Mu." Hizkia pun menangis tersedu-sedu.
Lalu, datanglah firman TUHAN kepada Yesaya,
"Pergi dan katakan kepada Hizkia, beginilah firman TUHAN, Allah Daud, nenek moyangmu, ‘Aku telah mendengar doamu; Aku telah melihat air matamu. Sesungguhnya, Aku akan menambahkan umurmu 15 tahun lagi."
Aku akan melepaskanmu dan kota ini dari tangan Raja Asyur, dan Aku akan mempertahankan kota ini.’" Inilah yang akan menjadi tanda bagimu dari TUHAN, bahwa TUHAN akan melakukan firman yang telah disampaikan-Nya itu:
"Lihatlah, Aku akan membuat bayangan yang dihasilkan oleh matahari yang turun pada penunjuk matahari buatan Ahas mundur sepuluh tapak. Maka, matahari mundur sepuluh tapak dari tempatnya semula."
b. Daud Berdoa
2 Samuel 7:18-19:
Lalu masuklah raja Daud ke dalam, kemudian duduklah ia di hadapan TUHAN sambil berkata: "Siapakah aku ini, ya Tuhan ALLAH, dan siapakah keluargaku, sehingga Engkau membawa aku sampai sedemikian ini?
Dan hal ini masih kurang di mata-Mu, ya Tuhan ALLAH; sebab itu Engkau telah berfirman juga tentang keluarga hamba-Mu ini dalam masa yang masih jauh dan telah memperlihatkan kepadaku serentetan manusia yang akan datang, ya Tuhan ALLAH.
Apakah yang dapat dikatakan Daud kepada-Mu lebih lagi dari pada itu. Bukankah Engkau yang mengenal hamba-Mu ini, ya Tuhan ALLAH?
Oleh karena firman-Mu dan menurut hati-Mu Engkau telah melakukan segala perkara yang besar ini dengan memberitahukannya kepada hamba-Mu ini.
Sebab itu Engkau besar, ya Tuhan ALLAH, sebab tidak ada yang sama seperti Engkau dan tidak ada Allah selain Engkau menurut segala yang kami tangkap dengan telinga kami.
Dan bangsa manakah di bumi seperti umat-Mu Israel, yang Allahnya pergi membebaskannya menjadi umat-Nya, untuk mendapat nama bagi-Nya dengan melakukan perbuatan-perbuatan yang besar dan dahsyat bagi mereka, dan dengan menghalau bangsa-bangsa dan para allah mereka dari depan umat-Nya?
Engkau telah mengokohkan bagi-Mu umat-Mu Israel menjadi umat-Mu untuk selama-lamanya, dan Engkau, ya TUHAN, menjadi Allah mereka.
Dan sekarang, ya TUHAN Allah, tepatilah untuk selama-lamanya janji yang Kauucapkan mengenai hamba-Mu ini dan mengenai keluarganya dan lakukanlah seperti yang Kaujanjikan itu.
Maka nama-Mu akan menjadi besar untuk selama-lamanya, sehingga orang berkata: TUHAN semesta alam ialah Allah atas Israel; maka keluarga hamba-Mu Daud akan tetap kokoh di hadapan-Mu.
Sebab Engkau, TUHAN semesta alam, Allah Israel, telah menyatakan kepada hamba-Mu ini, demikian: Aku akan membangun keturunan bagimu. Itulah sebabnya hamba-Mu ini telah memberanikan diri untuk memanjatkan doa ini kepada-Mu.
Oleh sebab itu, ya Tuhan ALLAH, Engkaulah Allah dan segala firman-Mulah kebenaran; Engkau telah menjanjikan perkara yang baik ini kepada hamba-Mu.
Kiranya Engkau sekarang berkenan memberkati keluarga hamba-Mu ini, supaya tetap ada di hadapan-Mu untuk selama-lamanya. Sebab, ya Tuhan ALLAH, Engkau sendirilah yang berfirman dan oleh karena berkat-Mu keluarga hamba-Mu ini diberkati untuk selama-lamanya."
3. Salomo Berdoa. 1 Raja 3:4-14:
Pada suatu hari, pergilah raja ke Gibeon untuk mempersembahkan korban sebab di situ itulah bukit pengorbanan yang paling besar. Seribu korban bakaran dipersembahkan oleh Salomo di atas mezbah itu.
Di Gibeon, TUHAN menampakkan diri kepada Salomo dalam mimpinya di waktu malam. Berkatalah Allah, "Mintalah apa yang akan Kuberikan kepadamu."
Lalu, Salomo menjawab, "Engkau telah menunjukkan atas hamba-Mu Daud, ayahku belas kasih yang besar sebab ia hidup di hadapan-Mu dengan setia dan benar serta dengan kejujuran hati terhadap Engkau. Dan, Engkau telah menetapkan kebaikan yang besar itu kepadanya dengan mengaruniakan kepadanya seorang anak yang duduk di atas takhtanya seperti pada hari ini.
Sekarang, Ya TUHAN Allahku, Engkau telah mengangkat hambamu menjadi raja menggantikan Daud, ayahku, sekalipun aku seorang yang masih sangat muda dan dan belum mengetahui bagaimana keluar dan masuk.
Hamba-Mu ini berada di tengah-tengah umat yang Kaupilih, yaitu umat yang besar, yang tidak terhitung dan tidak terkira banyaknya.
Maka, berikanlah hamba-Mu ini hati yang paham dalam menimbang perkara dalam menjadi hakim atas umat-Mu dan dapat membedakan antara yang baik dan jahat. Sebab, siapakah yang sanggup menjadi hakim atas umat-Mu yang besar ini?"
Adalah hal yang baik dalam pandangan TUHAN bahwa Salomo meminta hal yang demikian.
1Lalu, berkatalah Allah kepadanya, "Oleh karena engkau telah meminta hal yang demikian, dengan tidak meminta umur panjang, tidak meminta kekayaan, atau meminta nyawa musuhmu, melainkan meminta pengertian untuk memutuskan keadilan,
maka, Aku akan memberikan permintaanmu. Sesungguhnya, Aku akan memberikan kepadamu hati yang bijaksana serta berpengertian, sehingga tidak ada yang seperti engkau sebelumnya dan tidak ada yang dapat muncul untuk mengikuti serupa engkau.
Juga, yang tidak kauminta akan Aku berikan, baik kekayaan maupun kemuliaan, sehingga tidak ada yang seperti engkau di antara segala raja-raja pada masamu.
Dan, jika engkau hidup menurut jalan-Ku dan tetap melakukan ketetapan-ketetapan serta perintah-perintah-Ku seperti Daud, ayahmu, maka Aku akan memperpanjang umurmu."
4. Yosafat Berdoa. 2 Taw 18:4-6:
Yosafat juga berkata kepada Raja Israel, "Sebaiknya kita bertanya dahulu kepada TUHAN."
Lalu, Raja Ahab mengumpulkan 400 nabi dan bertanya kepada mereka, "Apakah kami harus pergi memerangi Kota Ramot-Gilead, atau tidak?" Para nabi menjawab Ahab, "Pergilah, karena Allah akan menyerahkan Ramot-Gilead ke dalam tangan raja."
Tetapi Yosafat berkata, "Adakah seorang nabi TUHAN di tempat itu, supaya kita dapat mencari petunjuk darinya."
Rahasia Doa Raja Salomo
Apa rahasia doa Salomo, sehingga Allah memberikan kepada Raja Salomo, hikmat, kekayaan dan kejayaan ?
Suatu malam Salomo bermimpi bertemu Allah, dan Allah berkata, "Salomo, mintalah apa yang kauinginkan, itu akan Kuberikan kepadamu!" .
Tawaran yang menarik. Apakah Salomo akan tergoda untuk meminta kekayaan atau kejayaan ? Ternyata tidak. Salomo memilih meminta hikmat kebijaksanaan, sehingga sejarah mencatat Salomo sebagai orang yang punya kebijaksanaan luar biasa.
Imajinasi saya mengubah cerita menjadi:
Allah berkata, "Salomo, mintalah apa saja, maka akan Kuberikan padamu".
Salomo menjawab,"Berikan aku, kekayaan dan kejayaan".
Allah berfirman,"Baiklah, kekayaan dan kejayaan Kuberikan padamu, disamping itu Aku juga akan memberikanmu hikmat dan kebijaksanaan".
Apakah mungkin terjadi seperti itu ? Mungkin ! Karena ada rahasia dibalik doa Raja Salomo.
Malam itu Allah menampakkan diri kepada Salomo dan berkata, "Salomo, mintalah apa yang kauinginkan, itu akan Kuberikan kepadamu!"
Salomo menjawab, "Ya Allah, Engkau sudah menunjukkan bahwa Engkau sangat mengasihi ayahku Daud, dan Engkau telah mengangkat aku menjadi raja menggantikan dia. Sekarang, ya TUHAN Allah, semoga Engkau menepati janji-Mu kepada ayahku. Engkau telah mengangkat aku menjadi raja atas bangsa besar ini yang tak terhitung jumlahnya. Karena itu BERIKANLAH kiranya kepadaku kebijaksanaan dan pengetahuan YANG KUPERLUKAN UNTUK MEMIMPIN MEREKA. Kalau tidak demikian, bagaimana mungkin aku dapat memerintah umat-Mu yang besar ini?"
Jawab Allah kepada Salomo, "Permintaanmu itu baik. Engkau TIDAK MINTA kekayaan atau harta atau kemasyhuran atau kematian musuh-musuhmu atau umur panjang UNTUK DIRIMU SENDIRI, MELAINKAN kebijaksanaan dan pengetahuan UNTUK memerintah UMAT-KU YANG KUPERCAYAKAN kepadamu. Sakomo mungkin tidak segan untuk mengutip kalimat dari John Bunyan: “Ketika kau berdoa, lebih baik hatimu tanpa kata daripada kata-katamu tanpa hati”.
Dia berdoa sambil bernafas, tanpa berkata-kata dan tanpa permohonan yang khusus, hanya ambil mendekap dada, seperti mendekap burung yang sedang terluka, berdoa bagi orang-orang yang sedang tertekan dan menderita.
__Ellis Peters
Rahasia ini diketahui para rasul sehingga:
Yakobus menulis seseorang tidak menerima apa yang dimintanya dari Tuhan karena tujuan permintaan yang salah,
Rasul Yohanes memahami bahwa Allah mengabulkan apa saja doa kita, kalau sesuai dengan kehendak-Nya,
Rasul Petrus percaya Tuhan selalu memperhatikan orang-orang yang menuruti kemauan-Nya, dan Tuhan selalu mendengar doa-doa mereka. Bahkan Yesus sendiri memberi pernyataan apa saja yang kita minta akan diberikan, selama itu "di dalam NamaNya".
Karena rahasia doa Salomo adalah:
bukan APA yang diminta, melainkan KENAPA hal itu diminta.
Komentar
Posting Komentar