31. MELAYANI – Komitmen Terbesar seorang Raja
31. MELAYANI – Komitmen Terbesar seorang Raja
Amsal 31: 1,4-5
Inilah perkataan Lemuel, raja Masa, yang diajarkan ibunya kepadanya.
Tidaklah pantas bagi raja, hai Lemuel, tidaklah pantas bagi raja meminum anggur, ataupun bagi para pembesar mengingini minuman keras,
jangan sampai karena minum ia melupakan apa yang telah ditetapkan, dan membengkokkan hak orang-orang yang tertindas.
Charles R. Swindoll dalam bukunya, Meningkatkan Pelayanan Anda, mengatakan bahwa seorang pelayan sebagai orang yang memberi
Banyak filsafat yang memfokuskan semua perhatian pada individu.
Orang Yunani mengatakan, :Jadilah orang yang bijaksana, kenali dirimu sendiri!”
Orang Roma mengatakan, “Jadilah orang yang kuat, disiplinkan dirimu!”
Agama mengatakan, “Jadilah orang yang baik, ubahlah dirimu!”
Epikuranisme mengatakan, “Bersenang-senanglah, nikmati dirimu sendiri!”
Pendidikan mengatakan, “Jadilah orang yang percaya diri, nyatakan dirimu!”
Materialisme mengatakan, “Puaskanlah hatimu, senangkan dirimu!”
Psikologi mengatakan, “Jadilah orang yang percaya diri, nyatakan dirimu!”
Keangkuhan mengatakan, “Jadilah orang yang lebih hebat, tingkatkan dirimu!”
Asketisme mengatakan, “Jadilah orang yang bersahaja, tekan keinginanmu!”
Humanisme mengatakan, “Jadilah orang yang mahir, percaya pada dirimu sendiri!”
Legalisme mengatakan, “Jadilah orang yang saleh, batasi dirimu!”
Filantropi mengatakan, “Jadilah orang yang dermawan, bagikanlah dirimu!”
Ketika kita kehilangan fokus tentang melayani, kita ingat akan akan surat Paulus kepada jemaat di Filipi.
“Dengan tidak mencari kepentingan sendiri atau puji-pujian yang sia-sia. Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri; dan janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga” (Fil 2:3,4). Yaitu tidak mencari keperntingan sendiri atau puji-pujian. Gantikan keduanya dengan Kerendahan hati. Caranya adalah menganggap yang lain lebih utama daripada diri sendiri.
Tuhan menghendaki setiap orang Kristen melayani karena:
- Ulangan 13:4: Tergerak oleh keinginan mau patuh. TUHAN, Allahmu, harus kamu ikuti, kamu harus takut akan Dia, kamu harus berpegang pada perintah-Nya, suara-Nya harus kamu dengarkan, kepada-Nya harus kamu berbakti dan berpaut
- Tergerak oleh perasaan berterimakasih
1 Samuel 12:24: Hanya takutlah akan TUHAN dan setialah beribadah kepada-Nya dengan segenap hatimu, sebab ketahuilah, betapa besarnya hal-hal yang dilakukan-Nya di antara kamu.
- Tergerak oleh sukacita
Mazmur 100:2: 2: Beribadahlah kepada TUHAN dengan sukacita, datanglah ke hadapan-Nya dengan sorak-sorai!
- Digerakkan oleh fakta sudah diampuni
Yesaya 6:6-8: Tetapi seorang dari pada Serafim itu terbang mendapatkan aku; di tangannya ada bara, yang diambilnya dengan sepit dari atas mezbah. Ia menyentuhkannya kepada mulutku serta berkata: "Lihat, ini telah menyentuh bibirmu, maka kesalahanmu telah dihapus dan dosamu telah diampuni." Lalu aku mendengar suara Tuhan berkata: "Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?" Maka sahutku: "Ini aku, utuslah aku!"
- Digerakkan oleh Kerendahan Hati
Yohanes 13:12-16: Sesudah Ia membasuh kaki mereka, Ia mengenakan pakaian-Nya dan kembali ke tempat-Nya. Lalu Ia berkata kepada mereka: "Mengertikah kamu apa yang telah Kuperbuat kepadamu?
Kamu menyebut Aku Guru dan Tuhan, dan katamu itu tepat, sebab memang Akulah Guru dan Tuhan.
Jadi jikalau Aku membasuh kakimu, Aku yang adalah Tuhan dan Gurumu, maka kamupun wajib saling membasuh kakimu;
sebab Aku telah memberikan suatu teladan kepada kamu, supaya kamu juga berbuat sama seperti yang telah Kuperbuat kepadamu.
Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya seorang hamba tidaklah lebih tinggi dari pada tuannya, ataupun seorang utusan dari pada dia yang mengutusnya.
- Digerakkan oleh Kasih
Galatia 5:13: Saudara-saudara, memang kamu telah dipanggil untuk merdeka. Tetapi janganlah kamu mempergunakan kemerdekaan itu sebagai kesempatan untuk kehidupan dalam dosa, melainkan layanilah seorang akan yang lain oleh kasih.
Saya membayangkan andai saja Yesus ada di dunia saat ini, maka kekuatan terbesar Yesus sebagai seorang pelayan langsung kelihatan tentang:
- Apa yang akan Dia lakukan terhadap anak jalanan dan tunawisma
- Apa yang akan Dia lakukan terhadap alkoholisme dan narkoba?
- Apa yang akan Dia lakukan mengenai upah yang adil dan lapangan pekerjaan yang memadai?
- Bagaimana Ia akan mempromosikan air minum yang sehat, perumahan yang layak huni, menu sehat, pelayanan kesehatan, system drainase dan pembuangan sampah, serta jalan yang layak?
- Apa yang akan Dia lakukan terhadap anak-anak yang terbuang, serta penanganan orang sakit dan lansia?
- Apa yang akan Dia lakukan untuk menciptakankeindahan kota, jalan-jalan yang bersih, pohon-pohon dan taman-taman umum?
- Perubahan apa yang akan Ia buat dalam pendidikan anak dan dewasa?
- Kebijakan umum baru apa saja yang akan Ia buat?
- Apa yang akan Ia buat untuk mengubah cara bekerja pemerintah local?
- Apa yang akan Ia lakukan mengenai kriminalitas dan kekacauan dalam masyarakat? Petunjuk apa yang akan Ia gunakan untuk Polisi dan hubungan masyarakat?
- Perubahan apa yang akan Ia buat di pengadilan dan system penjara?
- Apa yang akan Ia lakukan terhadap perbedaan antara yang kaya dan yang miskin?
- Bagaimana orang kecil akan diperlakukan di masyarakat? Bagimana orang besar memandang Dia?
- Apa yang akan Dia lakukan terhadap korupsi dan suap?
- Apa yang akan Dia lakukan mengenai depresi, kesepian dan penyakit jiwa?
- Apa yang akan Dia lakukan dengan pornografi, imoralitas seksual dan pelacuran?
- Apa yang akan Dia lakukan mengenai pelecehan anak dan kekerasan dalam rumah tangga?
- Peran apa yang akan gereja mainkan ditengah masyarakat?
- Bagaimana Ia akan mendorong persatuan diantara gereja?
- Apa yang akan Dia lakukan terhadap agama lain?
Hampir semua orang dapat menanggung kemalangan, tapi jika Anda ingin menguji watak manusia, coba beri dia kekuasaan ___Abraham Lincoln
Ijinkan saya mengakhiri Bab ini dengan mengutip “NILAI-NILAI PELAYANAN” dari Buku Kehidupan Orientasi Melayani seri 100:
1. Dasar pelayanan bukan kemampuan saja tapi kara kter
2. Sifat dari pelayanan bukan dilayani tapi melayani
3. Motivasi dari pelayanan bukanlah kekuasan tapi kasih
4. Ukuran dari pelayanan bukan kesuksesan tapi pengorbanan
5. Otoritas pelayanan bukanlah memilih jabatan tapi ketaatan
6. Tujuan pelayanan bukan kemuliaan diri sendiri tapi kemuliaan Tuhan
7. Alat pelayanan bukan fasilitas, tetapi firman Allah dan doa
8. Hasil pelayanan bukan kuantitas tetapi kualitas
9. Kuasa pelayanan bukan hikmat duniaatau manusia, tetapi Roh Kudus
10. Model pelayanan bukan tokoh utama, pembicara terkenal, para pemimpin, tetapi Yesus Kristus
Hal terbaik yang dapat kita lakukan dan kerjakan di dunia ini adalah melayani. Tindakan pelayanan adalah satu bentuk pengabdian yang dapat kita lakukan di tengah-tengah dunia yang kasar dan tidak bersahabat. Fokus kepada diri sendiri atau egosentris menjadi begitu kuatnya mempengaruhi masyarakat sekeliling kita. Gaya hidup hedonisme, iklan-iklan dari produk-produk kecantikan, peninggi badan, permak wajah, fashion dll semuanya mengarah ke diri sendiri. Kamera selfie begitu digandrungi jaman ini. Namun, berangkat dari perkataan Yesus bahwa Ia datang untuk melayani, bukan dilayani, agaknya kita perlu kembali merenungkan perkataan Yesus bahwa kemampuan untuk melayani adalah kehormatan dari Tuhan. Kemampuan untuk melayani sentuhannya manusiawi, tapi roh atau jiwanya harus yang ilahi.
Pelayanan itu harus dimulai dari hati agar setiap yang dilayani, merasakan sentuhan yang berbeda. Pelayanan juga harus tanpa pamrih. Maksudnya setelah apa yang sudah kita lakukan, ya lupakan. Memang tidak enak dilupakan. Enaknya dilayani. Apa-apa tinggal minta, tinggal perintah, tinggal suruh. Tapi efeknya bukan jadi berkat, malah kena kutuk, di doain lagi yang jelek-jelek. Anda pilih mana? Kalau saya pilih diberkati dan didoain dong!? Semoga …..!!
Semua bermula dari panggilan
Panggilan ilahi dari tempat mulia
Mulianya sekudus amanat
Amanat tertinggi dari yang kuasa
Amanat itu bernama Melayani
Melayani tidak sama dengan dilayani
Dilayani sama dengan Mengambil
Mengambil tidak sama dengan memberi
Memberi membutuhkan hati
Hati yang penuh terima kasih
Kasih dari tempat yang tinggi
Tinggi pengabdian untuk Melayani
Komentar
Posting Komentar