6. 3 Kunci Untuk Berhasil
6. 3 Kunci Untuk Berhasil
Amsal 6:6-11:
Hai pemalas, pergilah kepada semut, perhatikanlah lakunya dan jadilah bijak: biarpun tidak ada pemimpinnya, pengaturnya atau penguasanya, ia menyediakan rotinya di musim panas, dan mengumpulkan makanannya pada waktu panen. Hai pemalas, berapa lama lagi engkau berbaring? Bilakah engkau akan bangun dari tidurmu? "Tidur sebentar lagi, mengantuk sebentar lagi, melipat tangan sebentar lagi untuk tinggal berbaring" maka datanglah kemiskinan kepadamu seperti seorang penyerbu, dan kekurangan seperti orang yang bersenjata.
Pada suatu ketika, seorang kesatria pemberani yang bernama Timour the Tartar, terpaksa lari dan berlindung dari kejaran musuh-musuhnya dalam sebuah bangunan yang sudah runtuh. Berjam-jam lamanya dia duduk sendirian di tempat tersebut. Sampai suatu ketika timbul keinginannya untuk kembali bangkit dan menghilangkan pikiran serta rasa tidak berdaya, dia mengalihkan perhatian pada seekor semut yang berusaha mengangkat sebutir jagung berukuran besar, lebih besar dari badan semut itu sendiri, naik ke atas dinding.
Tampaknya usaha semut itu mengalami kegagalan. Lagi dan lagi semut itu berjuang sekuat tenaga mengangkat sebutir jagung dan ternyata gagal lagi. Tapi semut tidak berputus asa, dia mencoba lagi dan 69 kali Timour melihat butir jagung itu jatuh kembali ke tanah. Pada hitungan yang ke-70 akhirnya semut berhasil mengangkat butir jagung itu sampai kepuncak dinding. “Dan rupanya... kata kesatria pemberani yang sebelumnya sempat merasa sangat putus asa, ...hal ini memberikan rasa keyakinan kepada saya dan tidak akan pernah melupakan pelajaran yang sangat berharga ini”. Katanya
Tuhan menggunakan alat ciptaanNya, Semut, untuk menjelaskan kepada pemalas .. “Tidak ada sesuatupun yang dapat datang dari kehampaan”, kata Shakespeare.
Jadi Dapat Disimpulkan Bahwa Fakta Tentang Semut adalah:
- Di seluruh dunia Terdapat lebih dari 10.000 spesies.
- Diperkirakan Rentang hidup rata-rata seekor semut adalah 45 sampai 60 hari.
- Semut mempunyai kaki sangat kuat sehingga dapat berjalan dengan cepat.
- Warna semut berkisar antara hitam, hijau, merah, coklat, kuning, biru, atau ungu.
- Seekor Semut mampu mengangkat beban hingga 20 kali berat tubuhnya sendiri.
- Semut dewasa tidak dapat menelan makanan padat. Mereka bergantung pada jus (sari makanan) yang
diperoleh dari potongan-potongan makanan padat.
- Semut menggunakan antena yang terdapat dikepalnya untuk berkomunikasi.
- Dalam setiap koloni semut. Terdapat ratu semut
- Semut memiliki dua perut. Satu perut untuk menyimpan makanan bagi dirinya sendiri dan perut lainnya
berguna untuk menyimpan makanan yang bisa dibagikan ke semut lain.
- Semut memiliki otak terbesar di antara semua serangga. Dikatakan bahwa kekuatan pemrosesan dalam otak
semut setara dengan komputer Macintosh II.
- Ratu semut memiliki sayap ketika lahir. Sayap ini kemudian tanggal saat ratu semut mulai membangun koloni.
- Semut hitam dan semut kayu tidak memiliki sengat, namun mereka mampu
menyemprotkan cairan asam formiat.
- Ketika seekor semut pekerja menemukan sumber makanan, ia akan meninggalkan jejak aroma untuk
menarik semut lain agar datang ke lokasi tersebut.
Keberadaan Semut diluar kebiasaan tentu sangat mengganggu kenyamanan di rumah. Tapi tidak bagi Petani. Semut ibarat teman yang saling menguntungkan. Semut hitam misalnya. Bagi petani, Semut hitam dapat digunakan sebagai pengendali hama tanaman kakao serta mengusir hama tikus dan tupai. Penjelasannya adalah buah kakao yang diselimuti semut hitam tidak disukai hama tikus dan tupai. Artinya kehadiran Semut tidak selalu memberi kerugian. Malah banyak hal positif pada Semut yang menjadi salah satu binatang di dapat pada binatang. Amsal sendiri mengajarkan kita untuk belajar kepada Semut. Karena ada banyak hal yang positif dan berguna dari Semut
- PUNYA TUJUAN
Semut akan menghindar, melewati dan mencari cara lain bila jalannya terhalang atau mentok. Filosofi Sukses pertama dari Semut adalah tidak kehilangan tujuan. Kalau tidak ada tujuan, segala sesuatu akan menjadi rutinitas dan bosan. Mau supaya Anda tidak bosan dalam rutinitas? Ya harus punya tujuan.
- Datang ke kantor kalau tidak punya tujuan, hanya akan membuat Anda tidak betah lama-lama di kantor. Habis absen malah keluyuran ga jelas.
- Ke sekolah kalau tidak punya tujuan, ya malah jadi tawuran lah, asal-asalan lah, kerja nya bolos melulu. Pas ujian ya nyonteklah dll. Giliran lulus sekolah malah ga jadi apa-apa.
- Banyak orang yang hidupnya merasa tidak berubah (diberkati), Karena tidak punya tujuan. Ke gereja bagi orang-orang seperti ini hanya seperti setor muka, ga enak sama Tuhan dan refreshing. Jangan tidak sajalah, begitu katanya.
Bagi saya yang panggilannya melayani (bekerja) full time di gereja, hari Senin saya anggap hari keramat. Hari libur pendeta lah. Kira-kira begitu. Maka saya bisa pergi sebentar sekedar antar anak sekolah & sarapan pagi berkualitas Bersama istri. Stop sampai disitu. Selanjutnya saya sudah tidak fokus lagi ngapa-ngapain Karena pikiran saya sudah di rumah.
Ada seorang teman ngmong begini, “Senin … itulah waktu holiday mu, bro!”, katanya. “Balik agak sore-an juga tidak mengapa”. Tapi bagi saya ini ‘penderitaan’. Jalan-jalan nge-mall tanpa tau apa yang mau di beli. Ujung-ujung nya terpaksa beli apa yang tidak harus di beli. Maka terjadi pemborosan uang, waktu, tenaga dll. Apalagi saya hobbi nya nulis yang ginian, halah …. Saya jadi suka nenteng-nenteng laptop sambal cari pojokan. Tidak mungkin saya pinjam kursi satpam, Karena memang dia tidak punya kursi. Dia di bayar untuk tegak berdiri hehe.
Kalau saya mengetik di kursi panjang untuk para pengunjung biasa duduk hanya untuk selonjor, juga tidak etis. Saya tidak ingin berlomba untuk duduk dengan nenek-nenek dan wanita hamil atau yang menyusui. Belum lagi susah cari colokan disitu. Maka pilihan saya adalah starbuck coffee, atau kedai atau restoran. Sekedar pesan kopi biar tidak ditanyain terus, saya cari colokan dan hup …!! Tempat duduk strategis dan la la la … saya mengetik happy disitu. Kekurangannya Cuma satu. Bagi restoran yang belum ada fasilitas wifi (hari gini masih ada resto yang belum punya wifi?), saya Cuma Kutak katik laptop tanpa berselancar.
Maka tempo hari saya beli modem Smartfren. Paket nya saya pilih yang unlimited . Awal-awal saya bisa surfing di lautan internet dengan bebas. Di satu titik, kerja modem jadi melambat. Rupanya ada limit atau batas kuota yang tidak boleh dilanggar, jadi melambat. Sudah itu saya ganti ke volume based (VB). Alasannya, sekedar googling untuk cari bahan (no plagiat. U know, that?!! ☺). Sekedar referensi. Penulis tahu lah maksud saya. Alasan saya berpindah paket dari unlimited ke volume based adalah di rumah ada wifi. Di kantor juga ada. Jadi pilihan saya pakai pake VB hanya di tempat-tempat yang belum ‘terjamah’ dan belum ada kesadaran menyediakan Wifi untuk publik. Sekalian usul dan saran hehe.
Tidak lama-lama. Di tempat-tempat kering begitu paling lama sejam. Maka kuota internet saya masih tersisa. Jadi saya deposit 100 ribu untuk volume based, masih ada sisa. Pintar-pintar kita lah untuk cari fasilitas gretong, alias tak berbayar.
Jadi kalau ada acara “Berpacu dalam meodi” maka pintar-pintarlah berpacu dengan waktu yang terus berjalan tanpa kenal Lelah.
Teman saya iseng ngirim gambar yang judulnya 14 penyakit. Mungkin dia copas juga dari orang lain. Entahlah! Yang pasti buat saya tersenyum geli
1. Penyakit yang sering diderita oleh Pegawai Negeri Sipil (PNS) atau Aparatur Sipil Negara (ASN):
A.Penyakit yang berhubungan dengan kehadiran di kantor
1. AIDS : Alpa, Ijin, Dikit-dikit Sakit
2. PUCAT PASI : Pulang Cepat Padahal maSih pagI
3. KUDIS : KUrang DISiplin
B.Penyakit yang berhubungan dengan kejiwaan
1. ASAM URAT : Asal SAMpai kantor, URing-uringan Atau Tidur
2. ASMA : ASal Mengisi Absen
3. BATUK : BAnyak nganTUK
4. CAMPAK : Cari Muka Pakai Alasan Kerja
5. GINJAL : Gaji Ingin Naik tapi kerJA Lambat
C. Penyakit yang berhubungan dengan profesionalisme
1. KURAP : KURAng Profesional, atau KUrang RAPih (dalam hal berpakaian)
2. TBC : Tidak Bisa Computer
3. PANU : Piket Asal NUlis
4. KRAM : Kurang teRAMpil
5. KUTIL : Kurang Teliti
6. FLU : Facebook meLUlu (saat jam kerja)
Penyebab 14 penyakit tersebut di atas adalah KUMAN : KUrang iMAN.
Kembali ke laptop …. Itu sebabnya, Semut mengumpulkan makanan selama musim panas. Agar mereka tidak kelaparan di musim dingin. Dengan berhitung demikian, semut memastikan kelangsungan hidupnya di musim dingin.
- FOKUS DAN POSITIF
Kekuatan kedua dari Semut adalah kemampuannya untuk Tetap Positif. Saat musim dingin belum tiba, Semut tidak buru-buru keluar dari sarangnya. Kemampuan Semut dalam mengumpulkan makanan di musim panas, membuatnya tetap kenyang di musim dingin. Semut bahkan tidak kuatir kehabisan stok makanan Karena mereka adalah mahluk yang selalu ada pada tren positif.
Dikerumuni dengan makanan berlimpah, Semut bahkan mampu bertanggung jawab Karena setiap Semut memiliki tanggung jawab masing-masing. Merka begitu fokus dengan tanggung jawabnya. Yang terpenting adalah mereka begitu percaya dengan Ratu Semut. Mereka fokus menjaga Ratu Semut. Semut juga fokus untuk saling membantu satu sama lain. Mereka fokus dengan pekerjaan masing-masing.
Saya tidak ragu mengatakan kalau Semut adalah binatang yang bijaksana.
3. KUAT DAN PEKERJA KERAS
Semut termasuk hewan terkuat di dunia. Bandingkan dengan Gajah yang hanya mampu menopang beban dengan berat dua kali dari berat badannya sendiri, Semut jantan mampu menopang beban dengan berta 50kali berat badannya sendiri. Sewaktu ayah saya menjadi pegawai negeri di Kabupaten Wamena, Papua, kami tidak perlu beli beras lagi karena sudah ada jatah dari pemerintah. Sewaktu kakak saya masih di Wamena, dia bisa menjadi andalan untuk mengangkat beras ke rumah. Namun setelah dia pergi Karena kuliah dan bekerja, maka sayalah penggantinya. Dirumah hanya ada tiga laki-laki. Ayah, kakak, dan saya sendiri. Saya langsung ambil inisiatif untuk mengangkatnya. Karung beras seberat 50kg. Rumah kami berjarak 100 meter dari kantor. Saya sendiri heran, beberapa bulan itu saya mampu angkat beban 50kg walau dengan nafas tersegal-segal. Maklum usia saya baru menginjak kira-kira 19 tahun kala itu. Beberapa bulan itu punggung saja diuji.
Saya sadar bahwa sedari kecil saya terbiasa angkat berat. Ya pikul sayuran untuk di titip di kios jualan, ya angkat kayu bakar untuk dapur ibu sehari-hari, angkat karung beras ukuran kecil maupun sedang sudah saya jalani. Oh ya, sambil nenteng tas punggung, keluar masuk hutan Papua, seberangi sungai hanya untuk cari jejak Pramuka juga saya pernah. Belum lagi tugas sekolah yang tidak masuk di akal, semisal cari semacam daun-daunan lunak atau sejenis akar-akar yang suka nempel di pohon, dikumpulkan di dalam karung untuk keperluan pembuatan matras senam.
Itu semua tidak bisa pesan online di internet. Kalau mau bisa saja sekolah beli kasur empuk di toko. Tapi entah kenapa malah jadi PR kami ya? Ya sudahlah namanya juga tugas. Yang enak tentu saja teman-teman cewek yang tinggal main nitip saja. Karena alasan takut masuk hutan. Padal dia tidak tau ada kakak-kakak nya yang siap pegang tangannya kalau takut (modus.com).
Yang tidak kalah berat adalah tugas siswa untuk mencari kayu untuk pembuatan pagar sekolah. Cari nya tidak tanggung-tanggung bro! masuk hutan lagi. Jadi begini-begini saya pernah merasakan belantara Papua saudara-saudara ☺. Karena itu setidak-tidaknya alam Papua memberi saya warna kehidupan yang alami, indah sekaligus ‘buas’. Jadi karung beras ukuran 50kg bagi saya bukan lagi beban tapi tugas yang harus diselesaikan. Punggung saya terlatih, kaki saya menjadi kuat, tangan saya menjadi lincah, hasil tempaan belantara Papua.
Mungkin begitulah filosofi Semut, paling tidak semut mengajarkan kita:
- Punya Tujuan
- Fokus
- Kerja Keras
- Kerjasama Tim
- Tidak pernah menyerah
- Pintar melihat peluang
- Dll.
Komentar
Posting Komentar