9. PRINSIP BERSANDAR PADA 7 PILAR

9. PRINSIP BERSANDAR PADA 7 PILAR

Amsal 9:1: Hikmat telah mendirikan rumahnya, menegakkan ketujuh tiangnya,


Pasal sebelumnya kita menemukan bagaimana hikmat bisa kita temukan pada tempat-tempat yang sebenarnya tidak kita sadari dapat membuat kita semakin bijak. Sedangkan pada pasal 9:1, kebijaksanaan ada pada 7 tiang hikmat. Banyak yang setuju bila ke tujuh tiang hikmat ini pararel dengan Yakobus 3:13-18. Tanpa mengurangi rasa hormat saya kepada para sarjana Alkitab dan para Hermeneutik-us yang mengambil korelasi ketujuh tiang hikmat dari Yakobus 3:13-18, (Saya berpikir untuk membahasnya nanti). Bila melihat konteks saat ini, Saya ingin mengambil ke tujuh tiang hikmat dari pasal 9.


Kalau disimpulkan dari ayat 1 sampai 18, saya menemukan ketujuh 7 tiang hikmat ini dimana orang bijak dapat berdiri disana dan menjadi bijak. 7 hal ini bukan satu-satunya jawaban, tetapi suatu hal yang bisa menginspirasi kita menjadi lebih bijak.


  1. TIANG PERTAMA: MENGUNDANG MAKAN (Ay 1-5) .

Ini budaya orang Indonesia. Suka ajak makan. Entah hanya basa basi atau memang benar-benar serius ajak orang makan. Beri makan adalah tindakan manusiawi yang bisa dilakukan dimana saja.


  • Beri makan yatim piatu
  • Beri makan panti asuhan
  • Memberi makan para fakir
  • Memberi makan para tunawisma di emperan
  • Memberi makan para gelandangan di lampu merah
  • Memberi makan tukang parkir
  • Mengajak makan tetangga
  • Mengajak makan yang tidak seiman
  • Mengajak makan sahabat
  • Dll


Di dalam Injil Lukas 14:16-23 ada seseorang yang mengadakan jamuan besar dan mengundang banyak orang, tetapi yang diundang memiliki alasan masing-masing sehingga membuat tuan rumah murka. Akibatnya dia menyuruh hambanya untuk mengundang orang-orang miskin, orang-orang cacat, orang-orang buta dan orang-orang lumpuh.


Tetapi Yesus berkata kepadanya: "Ada seorang mengadakan perjamuan besar dan ia mengundang banyak orang.

Menjelang perjamuan itu dimulai, ia menyuruh hambanya mengatakan kepada para undangan: Marilah, sebab segala sesuatu sudah siap.

 Tetapi mereka bersama-sama meminta maaf. Yang pertama berkata kepadanya: Aku telah membeli ladang dan aku harus pergi melihatnya; aku minta dimaafkan.

Yang lain berkata: Aku telah membeli lima pasang lembu kebiri dan aku harus pergi mencobanya; aku minta dimaafkan.

Yang lain lagi berkata: Aku baru kawin dan karena itu aku tidak dapat datang.

Maka kembalilah hamba itu dan menyampaikan semuanya itu kepada tuannya. Lalu murkalah tuan rumah itu dan berkata kepada hambanya: Pergilah dengan segera ke segala jalan dan lorong kota dan bawalah ke mari orang-orang miskin dan orang-orang cacat dan orang-orang buta dan orang-orang lumpuh.

Kemudian hamba itu melaporkan: Tuan, apa yang tuan perintahkan itu sudah dilaksanakan, tetapi sekalipun demikian masih ada tempat.

Lalu kata tuan itu kepada hambanya: Pergilah ke semua jalan dan lintasan dan paksalah orang-orang, yang ada di situ, masuk, karena rumahku harus penuh.


Ketika masih petobat baru, saya berpikir bahwa melakukan aksi sosial seperti memberi makan, sangatlah tidak rohani. Ujung-ujung dikira mengajak orang masuk Kristen gara-gara makanan. Namun lambat laun saya mulai mengoreksi pemahaman yang keliru tadi dan mulai berpikir bahwa, banyak hal yang ternyata bisa diselesaikan di meja makan. (Jangan berkata: “benar!!, minimal saya tidak lapar lagi!). Ternyata dalam pelayanan, Yesus banyak bersinggungan dengan soal makan dan minum. Misalnya pada saat menghadiri pesta kawin di Kana, mengunjungi Zakheus di Yerikho, Memberi makan 5000 laki-laki, Setelah kebangkitan bertemu Murid yang sedang menjala (breakfast with Jesus).   


Seringkali niat hati kita yang baik tidak direspon dengan baik. Maksud hati berbuat baik, tapi apalah daya orang usaha kita malah tidak dianggap. Ibarat air susu dibalas air tuba. Dalam satu kesempatan saya dan seorang teman pernah datang kesebuah kelurahan meminta ijin untuk mengadakan bakti sosial. Maksud baik kami rupanya tidak diikuti dengan respon yang baik pula, malahan ujung-ujung nya dicurigai.


So pasti ada provokator. Maka “orang-orang kunci” kami datangi. Kami jelaskan dan mencoba membuka pikiran mereka agar mengerti akan program yang kami utarakan. Setelah dengan beberapa kali pertemuan dengan warga, barulah acara tersebut dapat terlaksana.


Ketika Anda melakukan sesuatu yang baik dan umpan balik atau feed back nya tidak sesuai dengan harapan, Apakah Anda kecewa? menyalahkan orang lain?. Kita punya seribu satu macam alasan untuk marah. Tetapi seringkali Tuhan punya maksud lain dibalik alasan-alasan yang dapat kita kemukakan.


Saya ingat sebuah cerita dari Joel Osteen tentang beberapa orang yang adalah atlit Basket dari Amerika ketinggalan Pesawat dan terpisah dari rombongan atau tim yang telah duluan meninggalkan mereka untuk bersiap dalam satu pertandingan di negara bagian. Setelah memastikan ada di flight berikut, maka duduklah mereka di dalam pesawat dengan kursi ada agak di depan, dekat dengan kokpit atau ruang kendali pilot.


Tidak lama mengudara, mereka merasa pesawat mengalami goncangan. Tapi asalah ini keliahtannya datang bukan karena gangguan teknis biasa. Pramugari datang dari ruang kendali, memberitahukan kepada atlit-atlit ini bahwa ada seorang pria bertubuh besar yang tiba-tiba saja msuk kedalam kokpit dan mencoba mengambil alih kemudi. Segera pebasket yang tingginya diatas manusia rata-rata ini berhamburan ke ruang kokpit. Disana kelihatan seorang pria bertubuh besar berusaha merebut kemudi, sementara itu sang pilot sangat kesulitan mengatasinya. Co Pilot hanya bisa duduk mematung ditempatnya tidak dapat berbuat banyak. Dengan sigap beberapa pemuda kekar ini memegang tubuh pria besar ini dan menyeretnya ke ruang penumpang. Maka pesawat yang arahnya menuju bumi, dengan cepat dikuasai dan dikendalikan.


Ada maksud Tuhan di balik keterlambatan dan peristiwa tertinggalnya beberapa pria badan besar yang adalah atlit basket tadi. Mereka sanggup mengatasi masalah karena postur tubuh yang memadai. Pada intinya, ketika kita punya niat baik tetapi niat baik kita tidak di respon atau ditanggapi sesuai dengan keinginan kita, tidak usaha bersedih hati. Tuhan itu adil koq!. Apa yang kita kerjakan di dalam Tuhan, kitab Filipi 3:23 membahasakannya dengan “…..seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia”, bahwa usahamu tiada sia-sia di dalam Tuhan (I Korintus 15:58)


  1. TIANG KEDUA: MENJADI BIJAK


Amsal 9:6:  buanglah kebodohan, maka kamu akan hidup, dan ikutilah jalan pengertian."


Kebodohan bukanlah penyakit, bukan juga faktor keturunan. Manusia disebut homo sapiens yang artinya manusia yang cerdas. Saking cerdasnya sampai-sampai manusia tidak digolongkan sebagai mahluk Herbivora: Pemakan tumbuhan, atau Karnivora: Pemakan Daging, tapi Omnivora: Pemakan segalanya, kata guru Biologi saya sambil menggunakan aksen Batak kental. Semua yang di darat kecuali meja dan kursi, semua yang di laut kecuali kapal selam, semua yang di udara kecuali pesawat terbang, kita makan semuanya.


Menurut Pikiran Rakyat, 3,56% penduduk Indonesia atau 5,7 juta orang masih buta aksara (Kemendikbud, 2015). Menurun tipis dari tahun 2014 yakni 3,7% atau 5,9 juta penduduk. 


  1. Papua 28,61 persen. 15-59 tahun adalah buta aksara.
  2. NTB 10,62 persen, dan 
  3. Sulawesi Barat 7,63 persen. 


Yang disebutkan pertama persentase tuna aksara lebih besar.


Faktor buta aksara terkait erat dengan kebodohan, keterbelakangan, ketidakberdayaan dan kemiskinan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 771 juta orang usia 15 tahun ke atas hidup tanpa memiliki keterampilan keaksaran dasar. Padahal tingkat melek aksara merupakan salah satu parameter yang paling mempengaruhi:


  1. Perkembangan Kehidupan Manusia (Human Development Index), 
  2. Menentukan tingkat kesejahteraan (product domestic bruto), 
  3. Menentukan Tingkat Umur Harapan Hidup (Life Expectancy).

(Linngetzqueen.blogspot.co.id)


Karenanya bila angka penderita buta aksara bisa ditekan, maka angka kemiskinan juga akan ikut berkurang. Sebenarnya tidak ada manusia yang bodoh. Dalam proses penciptaan manusia, Tuhan memberikan benih-benih kesuksesan dan kebesaran, seperti tertulis dalam  Kejadian 1:26-28:


Berfirmanlah Allah: "Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi."

Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka.

Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: "Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi."


Di dalam ayat 8, Allah memberkati manusia dan memberikan mereka kuasa atau otoritas untuk:


a. Beranakcucu dan 

b. bertambah banyak

c. Penuhi Bumi

d. Taklukkan

e. Berkuasa atas ikan dilaut

f. Berkuasa atas burung-burung di udara

g. Berkuasa atas binatang melata yang merayap di bumi


Kuasa untuk menjadi hebat, telah Tuhan taruh dalam hidup manusis sejak awal. Seringkali pada saat saya terjebak dalam situasi ketidak percayaan, saya menguatkan diri dengan membaca kembali kebesaran Tuhan yang tak tertandingi. Membaca kisahNya membelah lautan, menyeberangi sungai Yordan, memlihara umat Tuhan di padang gurun dengan cara ajaib, menyembuhkan, membangkitkan, menciptakan, memulihkan, menguatkan, melepaskan, dll. Pada waktu membaca itu kembali, saya dikuatkan, disegarkan, dibangkitkan lagi bahwa saya tidak sedang berjuang sendirian. Sungguh Tuhanlah sumber inspirasi saya. 


3. TIANG KETIGA: PENDIDIKAN

Amsal 9:7 Siapa mendidik seorang pencemooh, mendatangkan cemooh kepada dirinya sendiri, dan siapa mengecam orang fasik, mendapat cela.

Tiang yang ketiga ini tidak kalah penting dengan yang lain, yakni Tiang Pendidikan. Tidak dapat disangkal bahwa Pendidikan mengambil peran yang sangat vital bagi kemajuan sebuah generasi. Ambil contoh Jepang. 


Jepang telah menata sistem pendidikan bagi warga negaranya dengan sangat baik dan teliti dan terus berbenah diri. Bedanya adalah budaya warisan leluhur yang tersisa masih tetap dipertahankan dengan baik. Di negara maju lain, budaya tersebut sudah hilang terkikis arus globalisasi dan terbentuk budaya baru yang kering, tipis dan rapuh seperti halnya tanah yang terkikis oleh aliran air. Kolaborasi antara sistem yang diterapkan pemerintah dengan budaya yang dipertahankan warga menjadikan bangunan sistem sangat kokoh dan indah

Kolaborasi antara sistem yang diterapkan pemerintah dengan budaya yang dipertahankan warga menjadikan bangunan sistem sangat kokoh dan indah. Tengok saja bagaimana pemerintah menata sistem tersebut dengan menjadikan seorang profesor di perguruan tinggi maupun di lembaga penelitian seperti layaknya seorang presiden direktur suatu perusahaan. Profesor diberi kewenangan penuh untuk merintis visi penelitiannya bahkan hingga akhir hayatnya. Pemerintah dan lembaga terkait mengarahkan visi tersebut dalam suatu diskusi nasional yang diadakan setiap tahun. Profesor juga diberi kewenangan penuh untuk mengelola laboratoriumnya, mulai dari pengelolaan administrasi, keuangan, akademik dan kemahasiswaan. Negara menjamin sepenuhnya kebutuhan profesor, baik kebutuhan penelitian dan akademis maupun kebutuhan pribadinya. Sehingga (sedikit menyinggung), di Jepang tidak ada profesor yang disibukkan dengan kebutuhan rumah tangganya seperti mencari nafkah dari bidang lain (di Indonesia banyak profesor yang sekaligus menjadi manajer rumah kosnya, kios, ruko, lembaga konsultan, dsb.). Profesionalisme seorang profesor di Jepang yang demikian memberikan dampak yang luar biasa bagi kemajuan iptek dan peningkatan kualitas SDM. Dampak tersebut antara lain adalah visi penelitian yang fokus pada satu tujuan yang jelas: leading dibandingkan negara lain di dunia. Sehingga tak heran kalau saat ini kita banyak menemui hampir seluruh teknologi mutahir di dunia dikuasai oleh Jepang. Jarang atau bahkan tidak ada teknologi Jepang yang kalah maju dari teknologi produk negara lain seperti Jerman, dan negara eropa lain maupun US

INDIA

India merupakan salah satu negara dengan pertumbuhan ekonomi tercepat di dunia, bersama-sama dengan China, India kemudian berubah menjadi negara dengan kegiatan ekonomi paling berkembang dan berpengaruh di Asia. Seorang diplomat asal singapura yang berdarah India, Kishore Mahbubani pernah mengatkan bahwa saat ini India tengah mengalami periode emas dalam pertumbuhan ekonomi dan militer.

Kebangkitan India tidak lepas dari 4 aspek yang di pegang oleh pemerintah dan masyarakat india, keempat aspek tersebut yang kemudian memberikan dampak postif bagi negara ini. Keempat aspek ini menurut Kishore Mahbubani merupakan menjadi faktor pemicu pesatnya pertumbuhan di negara ini:


Ekonomi Pasar Bebas

Menurut Biren Nanda, Duta besar India untuk Indonesia salah satu factor penyebab tumbuhnya perekonomian India hingga menjadi salah satu raksasa ekonomi dunia adalah karena adanya reformasi ekonomi India tahun 1990an, pemerintah India sebelum periode 1990-an merupakan bentuk pemerintahan sosialis dimana aktifitas pasar dibatasi dan dipegang oleh pemerintah kemudian perdana mentri India saat itu Rarashima Rao (dari Bharatiya Janata Party) melakukan reformasi ekonomi yang dikenal dengan nama “semangat India Go Global” mengambil langkah-langkah liberalisasi dengan  kebijakan perijinan bagi semua cabang industri dan membuka luas pintu untuk investasi asing di awal tahun 1991 menghasilkan kemajuan dramatis yang membayangi keberhasilan India. India kemudian dapat dengan cepat mempraktekkan prinsip-prinsip dasar pasar bebas, pemerintah india secara bertahap mulai mengurangi peran pemerintah dalam akfititas pasar dan mulai memberikan porsi yang lebih besar kepada pihak swasta, peran pemerintah kemudian bergeser menjadi pencipta pasar. Kebijakan ini kemudian mendorong rakyat india untuk ikut terlibat aktif dalam pasar dan memberi kesempatan untuk menciptakan industri dan membuka lapangan pekerjaan baru di India. Dampak langsung dari kebijakan ekonomi pasar bebas ini dapat kita lihat dari lebih dari 200 juta rakyat india mampu keluar dari kemisikinan sejak tahun 1990-an. Keberhasilan India tidak hanya dapat dilihat dari indikator GDP dan daya saing, namun juga tercermin dari harapan hidup warganya yang semakin panjang 


Sains dan Tekhnologi

India juga dikenal sebagai negara dengan perkembangan sains dan teknologi paling pesat terutama di negara asia, hal ini dapat kita pada fenomena semakin banyaknya perusahaan teknologi besar, seperti Motorola, Nokia dan Hewlett-Packard, yang mempercayakan ilmuan India untuk merancang software dan multimedia feature pada produk-produk mereka selanjutnya. 


Kemajuan india di bidang Sains dan Teknologi ini tidak lepas dari peran perdana mentri pertama India, Jawaharlal Nehru, pemimpin visioner India tersebut mendorong masyarakat india untuk menjadi lebih menguasai sains dan teknologi dengan mendirikan Indian Institue of Technology (IIT) di Kharagpur, dekat Calcutta pada tahun 1951, kemudian secara hampir bersamaan membentuk enam lembaga IIT di Mumbai, Chennai, Kanpur, New Delhi, Guwahati dan Rourkee dimana syarat untuk masuk dalam IIT ini “hanyalah” didasarkan pada presatasi akademik. Kebijakan rekrutmen ini kemudian di anggap sebagai salah satu kebijakan rekrutment terbaik di dunia, dengan persentase pelamar yang berhasil kuliah di IIT hanya sebesar 2,3% jauh lebih ketat dari institusi terbaik Amerika seperti Harvard University dan Massachusetts Institute of Technology (MIT) yang presentase kelulusannya 10,5% dan 16,2%  Kebijakan ini kemudian dengan cepat membentuk sekelompok anak muda India yang berbakat di bidang IT. 

Pada tahun 2008 pemerintah India dan Jerman mengadakan kerja sama di bidang sains dan teknologi yang kemudian menjadi proyek Jerman terbesar di luar negeri dalam bidang sains dan teknologi. berbagai organisasi dan lembaga ilmiah Jerman, seperti lembaga pertukaran akademik Jerman-DAAD, perhimpunan penelitian Jerman dan Institut Max-Planck melakukan aktivitasnya di seluruh India. Investasi jerman dalam bidang sains dan teknologi di India merupakan bukti bahwa India merupakan salah satu negara terdepan dalam bidang Sains dan teknologi selain kerja sama dengan negara Jerman, India juga membangun kerja sama di bidang sains dan teknologi dengan Prancis, Jepang, AS dan Israel

Meritrokasi

Prinsip Meritrokrasi merupakan prinsip yang sederhana yang mengatakan bahwa setiap individu di masyarakat adalah sumber daya yang potensial, oleh sebab itu semua anggota masyarakat berhak dan harus mendapatkan kesempatan yang sama untuk mengembangkan diri dan berkontribusi bagi kepada masayarakat. Konsep ini menegaskan bahwa tidak ada anggota masayarakat yang bisa dianggap rendah atau terbelakang, hal ini yang diterapkan oleh India setelah sekian lama mempertahankan kebiasaan-kebiasaan feodal yang tidak memberikan kesempatan yang sama besar bagi semua rakyat India untuk berpartisipasi bagi kemajuan India, di  India sampai pada tahun 1940-an akan sangat mustahil bila seseorang dari kasta terendah untuk bercita-cita memasuki pendidikan modern dan berperan penting di pemertintahan dan masyarakat, hal ini berakibat pada jutaan anggota masyarakat dari kasta terendah yang sebenarnya memiliki kualitas untuk membangun india menjadi terlantar karena adanya system kasta tersebut.

Tokoh india pertama yang mampu mendobrak system kasta dan menjadi symbol semangat meritokrasi rakyat  India adalah Dr. Bhimrao Ambedkar beliau merupakan Mentri Hukum pertama India yang berasal dari kalangan Mahar yaitu kelompok kasta terendah di India dan pendiri partai politik All-India Scheduled Castes Federation yang menghimpun semua golongan “untouchables” atau kasta terendah di india ke dalam satu partai, Ambedkar juga merupakan salah satu perumus konstitusi India setelah mendapatkan kemerdekaan dari inggris raya pada tahun1947, revolusi sosial-politik yang dilancarkan oleh Ambedkar memberikan dampak besar bagi golongan kasta rendah india tersebut kebijakan tersebut memberikan kesempatan bagi pemuda india dari golongan kasta terendah untuk dapat menikmati dan menerima pendidikan sama seperti layaknya golongan tertinggi di India revolusi social-politik ini juga mampu memberikan kesempatan bagi golongan rendah untuk aktif dalam pemerintahan India.

Pendidikan


Di tengah persoalan kemiskinan yang membayangi India dari masa ke masa, Pemerintah India konsisten mengembangkan pusat-pusat keunggulan di tingkat universitas sejak awal kemerdekaan. Tiga tahun setelah kemerdekaannya, pada tahun 1951, parlemen India menetapkan Institut Teknologi India di Karagpur sebagai pusat keunggulan nasional. Semua dana pembangunan dan operasional sepenuhnya disokong oleh pemerintah pusat. Institut teknik yang sama dibentuk di lima kota lain yang tersebar di sejumlah wilayah, dari utara sampai selatan negeri itu. Pada tahun 2001 Universitas Roorkee yang berada di bawah urusan pemerintah Negara Bagian Uttar Pradesh diangkat statusnya oleh parlemen menjadi salah satu pusat unggulan nasional. Namanya berubah menjadi IIT Roorkie, menyejajarkan diri dengan enam IIT yang sudah ada.


Kemajuan dalam sains dan teknologi yang dicapai oleh India itu memberikan inspirasi bagi pakar aeronautika India Dr Abdul Salam memunculkan gagasan Visi India 2020: VISI UNTUK MILENIUM BARU yang bukunya terbit pada tahun 1998. India, kata Kalam, akan menjadi negara maju pada tahun 2020. Pemikiran Kalam cukup provokatif. Sumber daya alam India cukup menjanjikan, segudang pakar dan profesional teknik tersedia di India, negara itu juga sudah mencapai kemajuan dalam pengembangan program ruang angkasanya, tetapi indeks pembangunan manusia masih tergolong buruk. Sekitar 25 persen penduduknya masih hidup di bawah garis kemiskinan, tinggal berserakan di tenda-tenda kotor tanpa air bersih; angka buta huruf tinggi dan pendidikan dasar belum menjangkau semua orang. Dalam banyak hal, India lebih parah dari Indonesia.


Meski masih menghadapi berbagai persoalan besar, Abdul Kalam pada tahun 1998 mengemukakan bahwa sangat mungkin India menjadi negara maju dalam 15 sampai 20 tahun ke depan. India, kata Kalam, bisa mentransformasikan perekonomiannya menjadi satu dari lima terbesar di dunia. Pada saat itu India akan menjadi negara maju di mana masyarakatnya hidup jauh di atas garis kemiskinan, standar kesehatan dan pendidikannya tinggi, keamanan nasional terjamin, dan kompetensi di sejumlah bidang tercapai sehingga bisa menghasilkan produk berkualitas.


Apa yang diperlukan untuk mencapai itu semua? "Kekuatan teknologi bangsa ini yang menjadi kunci untuk mencapai status negara maju. Perhatian yang memadai perlu diberikan untuk membangun kader-kader sumber daya manusia khusus di negara ini," kata Kalam dalam sebuah bukunya.


Pada tahun 1999 ia masuk menjadi salah satu anggota kabinet dan terpilih menjadi presiden India ke-11, Juli 2002. Kalam merupakan pemimpin inspiratif yang mencoba mentransformasikan India dari negara sedang berkembang menjadi negara maju pada tahun 2020. Dalam berbagai kesempatan Kalam memberi penekanan pada pengembangan teknologi dan perhatian yang lebih besar pada pendidikan di India.

Saat berpidato di peringatan Hari Kemerdekaan India 14 Agustus lalu, Kalam memberikan penekanan khusus pada ihwal pendidikan. Lebih dari 75 persen waktunya dipergunakan untuk berbicara tentang pendidikan. Berbagai masalah seperti hubungan luar negeri, pertahanan, dan ekonomi, hanya disinggung di satu alinea dalam pidato kenegaraannya, tetapi pendidikan dibicarakan tidak kurang dari 17 alinea. Dalam pidatonya Kalam mendorong peningkatan anggaran pendidikan di India dari empat persen produk domestik bruto menjadi tujuh sampai delapan persen untuk memberantas buta huruf, putus sekolah, dan pendidikan dasar bagi semua.


Visi pendidikan yang kuat juga mewarnai lembaga peradilan di India. Baru-baru ini Mahkamah Agung India mengabulkan gugatan sejumlah warga masyarakat dan memerintahkan sekolah-sekolah swasta di New Delhi mengalokasikan 25 persen bangku sekolah untuk kalangan jelata secara cuma-cuma. Keputusan ini cukup kontroversial, tetapi mulai tahun ajaran baru ini pemerintah dan sekolah-sekolah swasta tunduk mengikuti perintah pengadilan.


4. TIANG KEEMPAT: KESABARAN

Amsal 9:9: Berilah orang bijak nasihat, maka ia akan menjadi lebih bijak, ajarilah orang benar, maka pengetahuannya akan bertambah.


5. TIANG KELIMA: TAKUT  AKAN TUHAN. Mengenal yg maha kudus

Amsal 9:10  Permulaan hikmat adalah takut akan TUHAN, dan mengenal Yang Mahakudus adalah pengertian.


Amsal 1:7 Takut akan TUHAN adalah permulaan pengetahuan, tetapi orang bodoh menghina hikmat dan didikan.


Takut akan Tuhan menjadi syarat yang utama untuk memperoleh hikmat. Jelas sekali bagaimana Tuhan dapat membuat perbedaan nyata atas orang-orang yang mengutamakan Dia. 


Yang terutama di dalam hidup ini

Meninggikan nama Yesus

Yang terutama di dalam hidup ini

Memuliakan namanya


Haleluya … Heleluya

Saya mau cinta Yesus

Haleluya … Haleluya

Saya mau cinta Yesus


6. TIANG KEENAM: MOVE ON!

Amsal 9:12:  Jikalau engkau bijak, kebijakanmu itu bagimu sendiri, jikalau engkau mencemooh, engkau sendirilah orang yang akan menanggungnya.

Apabila hikmat kaumiliki, engkau sendiri yang beruntung. Tetapi jika hikmat kautolak, engkau sendiri pula yang dirugikan.


Ada banyak kerugian-kerugian yang menimpa umat Tuhan hanya karena keputusan bodoh yang sia-sia. Banyak pilihan yang kita hadapi setiap hari. Putuskan untuk memiliki hati yang murni. Banyak pilihan yang yang tanpa memilih pun sebenarnya kita sudah memilih. Karena tidak ada wilayah abu-abu. Kalau kita tidak memilih yang baik, maka yang jahat secara otomatis jadi pilihan kita. 


Kata-kata negaif yang disebar di media begitu besar pengaruhnya sehingga tanpa sadar telah menyandera nurani kita sebagai anak-anak Tuhan. Parahnya, kita termakan rayuan untuk turut mengadopsinya.

Pikiran adalah grand desain dari kehidupan anda. Sadarilah bahwa apapun yang ada di dalam sana selalu berupa miniatur yang cepat atau lambat akan diwujudkan ke luar lewat sikap (tutur kata dan perilaku) sehari-hari.


Pikiran adalah grand desain dari kehidupan anda. Otak atau pikiran kita kalau tidak dikendalikan atau ‘dijinakkan’ dalam istilah lainnya, akan terwujud ke luar lewat sikap kita. Yang keluar melalui sikap kita sangat berpotensi manghancurkan bahkan membinasakan kita. Winston Churchill, Perdana mentri Inggris yang terkenal berkata: “The empires of the future are the empires of the mind (Kerajaan di masa depan adalah kerajaan pikiran)”


Perhatikan 20 Kata-kata negatif di bawah ini:


I Hate Monday!

Saya tidak bisa!

Saya gagal!

Dunia ini kejam!

Surga itu tidak ada!

Kamu tidak pantas melakukannya!

Kamu bodoh!

Kamu tidak pantas hidup!

Kamu tidak mungkin berhasil!

Penyakit saya tidak mungkin disembuhkan!

Saya benci!

Saya tidak butuh siapa-siapa!

Kalau tidak ada saya, maka ….!

Dia tidak bisa lebih dari saya!

Saya benci papa saya!

Saya benci mama saya!

Saya malu!

Saya benci diri saya! 

Tidak ada yang peduli dengan saya!

Saya bangkrut! 



“Siapapun yang memilih suatu tujuan di dalam hidup yang dapat dicapai sepenuhnya, sebenarnya sudah menetapkan keterbatasannya sendiri” 

– Caven Robert


Misalkan ada seseorang yang dilanda kebingungan (panik), ini menjadi biasa kalau kita menganggapnya biasa. Ini bahaya kalau menguasai kita. Kalau sudah pada tingkat menguasai, maka kebingungan atau kepanikan tanda iman nya lemah.

Ada juga orang yang senang menyimpan kekecewaan (kecewa koq dipelihara-red). Ketika kekecewaan menguasainya, maka semakin susah untuk percaya sama orang lain

Contoh lain adalah orang yang sering mengalami kegagalan. Karena tidak dapat mengelola perasaan yang ditimbulkan karena gagal tadi, maka orang tersebut semakin susah move on! dari kegagalan. 


Bagaimana mengatasinya?


Mulailah Move On!

Move on kemana? Pindah kemana? 

Sederhananya, berpindahlan dari wilayah negatif ke wilayah positif. Dari wilayah buruk atau jahat, ke wilayah baik dan benar. Kalau dulu banyak keluhan sekarang banyak mengucap syukur.


Ubahlah 20 kata negatif menjadi positif:


I Hate Monday MENJADI I like Monday

Saya tidak bisa MENJADI Saya sanggup karena Tuhanku sanggup 

Saya gagal MENJADI Saya berhasil di dalam Tuhan

Dunia ini kejam MENJADI Tuhanlah keadilanku

Surga itu tidak ada MENJADI Surga itu rumahku

Kamu tidak pantas melakukannya MENJADI Saya Pantas melakukannya

Kamu bodoh MENJADI Saya hebat

Kamu tidak pantas hidup MENJADI Saya berharga

Kamu tidak mungkin berhasil MENJADI Sukses adalah milik saya

Penyakit saya tidak mungkin disembuhkan MENJADI Saya percaya saya sembuh

Saya benci MENJADI Saya penuh dengan kasih

Saya tidak butuh siapa-siapa MENJADI Saya perlu Tuhan

Kalau tidak ada saya, maka …. MENJADI Saya perlu semua orang

Dia tidak bisa lebih dari saya MENJADI kalau saya bisa kamupun bisa

Saya benci papa saya MENJADI Saya mengasihi Papa

           Saya benci mama saya MENJADI Saya mengasihi mama

Saya malu MENJADI Saya berani Bersama Tuhan

Saya benci diri saya MENJADI Saya bangga menjadi milik Tuhan

Tidak ada yang peduli dengan saya MENJADI Tuhan peduli dengan saya

Saya bangkrut MENJADI Saya Kaya


Bibir yang mengatakan kebenaran tetap untuk selama-lamanya, 

tetapi lidah dusta hanya untuk sekejap mata.

Amsal 12:19


Jika apa pun yang Anda katakan dan lakukan adalah tentang Tuhan, maka tidak aka nada bedanya apabila semua orang lain di muka bumi mengkritik Anda. Jangan taruh perhatian pada kritik negative. “Percayalah kepada Tuhan lakukanlah yang baik” (Mazmur 37:3)


7. TIANG KETUJUH: HIDUP DENGAN TUJUAN (Sorga).

Amsal 9:18:  Tetapi orang itu tidak tahu, bahwa di sana ada arwah-arwah dan bahwa orang-orang yang diundangnya ada di dalam dunia orang mati.


Pada waktu saya berkesempatan menemani orang yang sakit, membesuk, mendoakan mereka, atau mengunjungi mereka yang lemah secara ekonomi, yang saya dapatkan malah saya yang kena ‘setrum’ dalam pengertian secara tidak sengaja saya yang kena cas. Melihat penderitaan, kesusahan, pergumulan hidup mereka, Pertama, saya buru-buru berkaca terhadap diri saya sendiri. Saya mendapati bahwa saya bukanlah siapa-siapa dan bila saya hidup sampai detik ini, itu atas kehendak Yang kuasa. 


Yang Kedua, saya mohon perlindungan Tuhan agar sedapat hidup menjalankan semua tugas dan tanggung jawabNya dalam mengemban misi yang dikehendakiNya.


Sesimpel itukah? Mau apalagi? Didunia ini yang ada hanya si kaya dan si miskin; yang sehat dan sakit, yang berdaya dan takberdaya; yang beruntung dan tidak; yang bersyukur dan yang tidak bahkan belum menyadarinya. Bagi kita yang mengerti tujuan keberadaan kita di dunia, sangat beralasan untuk hidup dengan segala keberadaan demi untuk tujuan Sorga yang mulia. Dimana disana kita bisa menertawakan kesedihan, air mata, penderitaan yang tidak kunjung berhenti. Disana kita menikmati keabadian yang tidak sanggup diberikan dunia, disana kita hidup dengan semua ketidakpantasan kita untuk menerima anugrahNya, dan disana kitapun bisa menertawakan ….. Ketidakmustahilan!! 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

19. Mengapa Kemenangan Harus Menjadi milik Saya

4. 3 Prinsip Sederhana Dari Hikmat

29. Prinsip Keadilan serta keamanan adalah meterai Raja.